Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dari Rumput Laut hingga Batik Etnik, Menteri Ekraf Dorong Kaltara Jadi Mesin Ekonomi Baru

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 18:53 WIB | Oleh:
Dari Rumput Laut hingga Batik Etnik, Menteri Ekraf Dorong Kaltara Jadi Mesin Ekonomi Baru Doc: Dok. Istimewa

Dari Rumput Laut hingga Batik Etnik, Menteri Ekraf Dorong Kaltara Jadi Mesin Ekonomi Baru

JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf),Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A. Paliwang, untuk mempercepat pembangunan sektor ekonomi kreatif di wilayah perbatasan. Menteri Ekraf menegaskan bahwa Kaltara memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif baru di Indonesia.

"Kaltara memiliki akar budaya yang kuat. Jadi memang daerah yang akar budayanya kuat, ketika akar budayanya kita sentuh dengan inovasi, teknologi dan kreativitas, hilirnya inilah ekonomi kreatif yang bisa diserap menjadi mesin ekonomi baru di daerah," ujar Menteri Ekraf saat audiensi di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (21/7).

Provinsi Kaltara memiliki beragam potensi ekonomi kreatif yang prospektif. Menurut Menteri Ekraf, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan menjadi kunci dalam mengakselerasi potensi tersebut.

Pada subsektor kuliner, Kaltara fokus pada hilirisasi dan pengemasan produk turunan rumput laut di Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan. Subsektor kriya bertumpu pada pemanfaatan rotan dan bambu menjadi anyaman khas suku Dayak dan Tidung di Kabupaten Malinau serta Kabupaten Tana Tidung. Sementara di subsektor fesyen, pengembangan batik bercorak etnik kontemporer di Kota Tarakan terus didorong untuk menembus pasar nasional hingga ekspor.

Akselerasi ini didukung penuh dari sisi regulasi melalui Peraturan Daerah (Perda) Kaltara Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Regulasi tersebut menjadi pilar strategis transformasi ekonomi daerah dari sektor ekstraktif menuju ekonomi kreatif, sekaligus memberikan perlindungan hukum, dukungan pembiayaan, dan perluasan akses pasar bagi pelaku ekraf lokal. Komitmen ini juga terlihat dari pendaftaran 83 Kekayaan Intelektual (KI) asal Kaltara hingga tahun 2024.

Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, mengharapkan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengakselerasi pegiat ekraf di Kaltara dengan 46 desa wisata yang telah aktif di wilayah tersebut.

“Kaltara memiliki alam serta budaya yang luar biasa, untuk itu kami cukup memprioritaskan memajukan ekonomi kreatif yang berasal dari kearifan lokal,” ujar Zainal A. Paliwang.

Audiensi tersebut turut dihadiri Anggota Komisi VII DPR RI Rahmawati, Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie, Wakil Ketua II DPRD Kaltara Muddain, Kepala Dinas Pariwisata Kaltara Njau Anau, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...
Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.