Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tekanan Emosional Terasa Berat bagi Pasangan Suami Istri yang Infertilitas, Ini Alasannya

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 13:23 WIB | Oleh:
Tekanan Emosional Terasa Berat bagi Pasangan Suami Istri yang Infertilitas, Ini Alasannya Doc: ANTARA/HO-freepik.com
Ket. Ilustrasi pasangan mengalami gangguan kesuburan.

JAKARTA - Membangun keluarga merupakan impian hampir setiap pasangan dan biasanya keduanya ingin memberikan kontribusi dan perencanaan terbaiknya untuk mewujudkan hal tersebut.

Namun, hal tersebut dapat berubah menjadi kekecewaan dan memberikan tekanan emosional pada pasangan jika harus dihadapkan dengan infertilitas atau kemandulan.

Menurut psikoterapis trauma reproduksi yang bekerja di California, Oregon, dan Wisconsin, Fenella Das Gupta, Ph.D., MFT, seringkali perasaan cinta di antara keduanya masih ada. Hanya saja akan muncul sebuah tekanan dan pergeseran dalam hubungan.

Dalam siaran Psychology Today pada Kamis (23/4) waktu setempat, Gupta menyampaikan bahwa infertilitas menjadi sangat berat dalam hubungan karena munculnya perasaan yang terasa berubah dan tidak sejalan.

Stres terkait masalah tersebut dapat menyebabkan kebingungan, konflik, dan menimbulkan pertanyaan tentang hubungan. Ketakutan ini seringkali terasa lebih nyata ketika ada pergeseran dari infertilitas yang dialami sebagai sesuatu yang terjadi pada pasangan, menjadi salah satu pasangan yang memiliki masalah.

Beberapa pasangan juga mulai merasa lebih tidak aman dengan cara yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya. Mereka mungkin membutuhkan lebih banyak kepastian, meminta maaf karena telah menimbulkan kesulitan ini atau khawatir menghambat pasangan mereka.

Terdapat perubahan peran di mana satu pihak akan mulai berperan sebagai "pengasuh" yang meminimalkan perasaan mereka agar tidak menyakiti yang lain.

Dia juga menyebut meski mengalami masalah, pasangan akan menyadari bahwa dunia dan sistem sosial terus berjalan. Mereka tidak dapat menghindari adanya pesta menyambut kelahiran bayi atau percakapan mengenai anak-anak.

Percakapan yang semula sangat banyak dan meriah, tiba-tiba akan merasa canggung atau menyakitkan. Acara dan percakapan semacam ini dapat menimbulkan reaksi emosional yang kuat.

Salah satu pihak mungkin ingin menarik diri dari situasi ini, sementara yang lain mungkin lebih memilih untuk melanjutkan seperti biasa.

Seiring waktu, ketegangan emosional ini juga dapat mengubah seberapa banyak yang dapat dikatakan di antara keduanya. Ada masa di mana merasa tidak ada hal yang perlu dibahas, merasa kelelahan dan banyak yang perlu dicerna.

Gupta melanjutkan bahwa sebagian dari kesulitan infertilitas berasal dari harapan yang mendahuluinya. Kebanyakan orang memiliki asumsi internal bahwa menjadi orang tua akan terjadi, dan bahwa itu akan terjadi pada tahap kehidupan tertentu sebagai perkembangan alami.

Di dalam hal itu, ada perbedaan individu dalam bagaimana orang membayangkan proses tersebut berlangsung.

Hal berikutnya yang akan dihadapi adalah pasangan memproses pengalaman tersebut secara berbeda. Bagi banyak wanita, pengalaman itu sangat terkait dengan hubungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mau Meliput Krakatau, 5 Wartawan “Hilang” Sudah Ditemukan, Mampir di Pulau yang Susah Sinyal
    Syukurlah ....
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
Ekonomi
Panen raya bawang merah di ...

Semburan asap di Pasar Baru

3 jam lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Semburan asap di Pasar Baru
Megapolitan
Antisipasi dampak abu vulka...
Advertisement
Tentara Jepang Tiba di Pontianak, Boyong 3 Heli Raksasa Chinook Bantu Padamkan Karhutla

Tentara Jepang Tiba di Pontianak, Boyong 3 Heli Raksasa Chinook Bantu Padamkan Karhutla

08 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.