Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anda Mengalami 'Sunday Scaries' Usai Akhir Pekan? Ini Penyebabnya Kata Psikolog

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 13:24 WIB | Oleh:
Anda Mengalami 'Sunday Scaries' Usai Akhir Pekan? Ini Penyebabnya Kata Psikolog Doc: ANTARA/Pexels/Belle Co
Ket. Ilustrasi berlibur dan merasa bahagia.

JAKARTA - Psikolog klinis Annie Mueller mengungkapkan bahwa perasaan cemas atau tidak tenang menjelang hari Senin setelah menikmati akhir pekan dikenal sebagai "Sunday scaries".

Melansir dari siaran Psychology Today Kamis (9/7), Mueller menjelaskan "Sunday scaries" merupakan perasaan cemas, sedih, atau takut yang muncul ketika akhir pekan berakhir dan seseorang harus kembali menjalani rutinitas pekerjaan, sekolah, atau aktivitas sehari-hari.

Perasaan tersebut dapat muncul lebih kuat setelah seseorang menghabiskan akhir pekan untuk bepergian atau berlibur. Saat kembali ke rumah, masih ada pakaian yang harus dicuci, barang yang belum dirapikan, kebutuhan rumah tangga yang belum dipenuhi, hingga pekerjaan yang menanti keesokan harinya. Kondisi ini dapat memicu rasa kewalahan.

Mueller mengatakan yang sering memperburuk keadaan bukanlah rasa cemas itu sendiri, melainkan cara seseorang meresponsnya. Misalnya dengan menunda membereskan barang, menghabiskan waktu berjam-jam menggulir media sosial, atau begadang untuk menunda datangnya hari Senin. Kebiasaan tersebut memang dapat memberikan rasa lega sesaat, tetapi tidak mengurangi kecemasan dalam jangka panjang.

Salah satu cara yang disarankan Mueller adalah membedakan antara perasaan dan fakta. Pikiran seperti "minggu depan pasti berantakan" merupakan respons emosional, sedangkan jadwal rapat atau daftar pekerjaan yang sudah diketahui merupakan fakta yang dapat dikelola. Menuliskan keduanya dapat membantu melihat situasi secara lebih objektif.

Ia juga menyarankan melakukan satu atau dua langkah kecil yang dapat meringankan beban pada awal pekan. Misalnya, mulai membongkar barang bawaan selama 20 menit, menjadwalkan belanja kebutuhan setelah pulang kerja, atau menyisihkan satu malam untuk menyelesaikan pekerjaan rumah.

Selain itu, Mueller menganjurkan untuk mengurangi waktu menatap layar ketika rasa cemas mulai muncul. Menurut dia, terlalu lama menggulir media sosial saat sedang cemas dapat memperkuat kekhawatiran, sedangkan beristirahat sejenak dari ponsel dapat membantu menenangkan pikiran.

Merencanakan satu kegiatan yang menyenangkan pada pekan berikutnya, seperti bertemu teman, berolahraga, atau menikmati makan malam di luar rumah, juga dapat membantu mengurangi kecemasan karena memberikan sesuatu yang dinantikan.

Mueller menambahkan, apabila "Sunday scaries" muncul sangat kuat dan terjadi berulang, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa seseorang perlu mengevaluasi sumber stres dalam hidupnya, seperti pekerjaan yang tidak lagi nyaman, beban tanggung jawab yang tidak seimbang, atau kurangnya waktu untuk beristirahat. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.