Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Studi Ilmuwan: Jangan Buru-Buru Kasih Medsos ke Anak demi Cegah Gangguan Mental

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 15:42 WIB | Oleh:
Studi Ilmuwan: Jangan Buru-Buru Kasih Medsos ke Anak demi Cegah Gangguan Mental Doc: AFP/William West/Getty Images

SYDNEY - Menunda usia pertama kali anak-anak menggunakan media sosial dapat membantu melindungi kesehatan mental remaja, demikian menurut penelitian baru dari Universitas New South Wales (UNSW) di Australia.

Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang mulai menggunakan media sosial pada usia lebih muda melaporkan lebih banyak gejala kecemasan dan depresi.

Menurut pernyataan UNSW yang dirilis Senin (31/8), sekadar memiliki akun media sosial menunjukkan hubungan yang lebih lemah dengan gejala-gejala tersebut.

Studi itu, yang dilakukan di kalangan remaja Australia berusia 10 hingga 15 tahun dan salah satu orang tua mereka dalam enam pekan sebelum larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun di Australia mulai berlaku pada Desember 2025, menemukan bahwa 70 persen peserta telah menggunakan media sosial, sementara sekitar setengahnya telah memiliki akun media sosial. Rata-rata usia saat mereka pertama kali mulai menggunakan media sosial adalah 11 tahun.

"Yang mengejutkan kami adalah bahwa usia saat anak pertama kali mulai menggunakan media sosial tampaknya lebih berpengaruh terhadap kesehatan mental mereka dibandingkan sekadar apakah mereka memiliki akun," kata Associate Professor UNSW Susanne Schweizer, peneliti utama studi itu.

Studi tersebut menunjukkan bahwa hanya seperempat dari anak berusia 10 hingga 15 tahun yang mengatakan mereka berencana untuk berhenti menggunakan media sosial setelah larangan itu, sementara 34 persen berniat menggunakannya tanpa akun dan 35 persen berniat mencari cara untuk mengakali pembatasan tersebut agar dapat terus menggunakan akun mereka, alih-alih sekadar menunggu hingga mereka berusia 16 tahun.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa menunda paparan pertama anak terhadap media sosial dapat menjadi kebijakan yang menjanjikan, terutama jika dipadukan dengan edukasi mengenai kebiasaan digital yang sehat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
Pintar Bareng GoPay, Bekali...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.