Dampak Perang di Timur Tengah Harus Diantisipasi dengan Kebijakan Tepat
📅 Jumat, 03 Apr 2026, 20:00 WIB | Oleh: SriyonoJAKARTA - Upaya melindungi segenap bangsa Indonesia harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah menyikapi dampak konflik di kawasan Timur Tengah.
“Amanat Konstitusi UUD 1945 untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan ikut dalam perdamaian dunia mesti menjadi perhatian para pengambil keputusan dalam menyikapi dampak konflik AS-Israel dan Iran,” kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam diskusi daring bertema Nuklir Atau Pergantian Rezim? Perang Iran dan Pengaruhnya Bagi Indonesia dan Dunia yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12.
Diskusi yang dimoderatori Luthfi Assyaukanie, Ph.D (Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR RI) itu menghadirkan Dian Wirengjurit (Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran periode 2012–2016), Denni Puspa Purbasari, M.Si, Ph.D (Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada), dan Broto Wardoyo, Ph.D. (Ketua Departemen Ilmu Hubungan Internasional, Universitas Indonesia) sebagai penanggap.
Selain itu hadir pula Dr. Hendra Manurung (Dosen Hubungan Internasional, Universitas Pertahanan RI) sebagai penanggap.
Menurut Lestari, tidak berlebihan bila para pemangku kepentingan memberi perhatian khusus terhadap konflik AS-Israel dan Iran, serta dampak yang terjadi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat bahwa perang yang terjadi antara AS-Iran merupakan buntut dari konflik berkepanjangan kedua negara itu sejak Revolusi Iran 1979.
Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, dampak perang AS-Israel dan Iran tidak hanya menerpa negara-negara di kawasan Timur Tengah, tetapi seluruh dunia, termasuk Indonesia.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mendorong agar para pemangku kepentingan mampu melahirkan kebijakan tepat yang dapat mengantisipasi sejumlah dampak perang AS-Israel dan Iran.
Sebaiknya Anda baca juga:
Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran periode 2012–2016 Dian Wirengjurit berpendapat bahwa alasan Amerika Serikat menyerang Iran karena ada ancaman eksistensial terhadap Israel, merupakan alasan yang dicari-cari.
Yang terjadi saat ini, ujar Dian, justru Iran yang eksistensinya terancam oleh AS dan Israel dengan berbagai cara.
Dian berpendapat, upaya AS mengganti rezim berkuasa di Iran akan menghadapi kesulitan, karena struktur kepemimpinan di Iran sangat kuat.
Sehingga, tambah dia, membunuh Pemimpin Iran Ali Khamenei, tidak serta merta membuat AS mampu mengambil alih kendali di Iran.
Dosen Ilmu Ekonomi Universitas Gadjah Mada Denni Puspa Purbasari berpendapat dampak perang AS-Israel dan Iran sangat terkait dengan energi, karena terjadi blokade Selat Hormuz yang merupakan lalu lintas minyak dunia.
Dampak ikutannya, jelas Denni, biaya logistik meningkat dan kepercayaan terhadap pasar menurun karena munculnya sejumlah ancaman dinamika politik dan keamanan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!