Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

TNI AL Perketat Pengamanan Wilayah Perbatasan Antisipasi Penyelundupan

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 15:37 WIB | Oleh:
TNI AL Perketat Pengamanan Wilayah Perbatasan Antisipasi Penyelundupan Doc: antara foto
Ket. Panglima Komando Armada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata

BATAM - TNI Angkatan Laut (AL) berkomitmen memperketat dan memperkuat pengamanan di wilayah perbatasan Indonesia, termasuk Kepulauan Riau, untuk mengantisipasi berbagai bentuk pelanggaran hukum di laut, seperti penyelundupan narkotika dan barang ilegal.

Panglima Komando Armada RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata mengatakan karakter Indonesia sebagai negara kepulauan dengan banyak akses laut membuat sejumlah wilayah perbatasan rawan dimanfaatkan sebagai jalur penyelundupan.

"Negara ini negara kepulauan, banyak akses yang bisa dimanfaatkan. Jadi, penebalan dari kekuatan TNI AL, BNN (Badan Narkotika Nasional), Bea Cukai, intelijen, dan operasional itu harus," ujar Denih di Batam, Minggu (9/8).

Ia menyampaikan hal itu setelah memimpin konferensi pers terkait penggagalan penyelundupan obat keras ketamin di perairan Kepri pada Kamis (6/8) lalu.

Denih menegaskan penebalan pengamanan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mendukung Astacita, khususnya pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkotika serta praktik penyelundupan yang merugikan negara.

"Tentu ke depan kita akan tebalkan lagi," katanya menegaskan.

Menurutnya, pengamanan wilayah laut dilakukan melalui patroli rutin berdasarkan sektor.

Selain mengandalkan patroli fisik, TNI AL juga memanfaatkan teknologi untuk mendeteksi aktivitas kapal yang dinilai tidak wajar.

"Memang pada hari itu (Kamis, 6/8) kami sedang berpatroli di laut, rutin berdasarkan sektor. Berdasarkan informasi, ada anomali yang bisa dipantau di KRI atau pusat komando. Jadi, kombinasi penggunaan radar dan aplikasi ditemukan anomali yang tidak jelas, dark ship," katanya.

Denih menjelaskan istilah dark ship mengacu pada kapal yang berupaya menghilangkan atau menyamarkan identitas maupun keberadaannya sehingga sulit dipantau.

Ia mengatakan modus yang digunakan pelaku penyelundupan di laut dapat beragam, termasuk pola pergerakan kapal yang tidak sesuai dengan tujuan pelayaran.

Kasus MV King Sun merupakan salah satu yang ditemukan dengan pergerakan mencurigakan.

"Tujuan kapalnya ke luar Indonesia, namun modusnya mutar-mutar dan masuk ke teritorial Indonesia. Kalau dilihat, ini tidak jelas. Namun, kalau kapal sudah masuk teritorial, itu sudah masuk ke penegakan hukum kita. Maka kami tindaklanjuti," ujarnya.

Mengenai kemungkinan kapal mengganti nama untuk menyamarkan identitas, Denih mengatakan hal tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Olahraga
Zheng Qinwen Coba Adang Swi...

Lumayan, Hasil Laga Pembuka PSIM Meraih Satu Poin

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Lumayan, Hasil Laga Pembuka...
Advertisement
Abu Letusan Krakatau Membuat Bandara Soekarno Hatta Akan Terus Ditutup

Abu Letusan Krakatau Membuat Bandara Soekarno Hatta Akan Terus Ditutup

06 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.