Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Festival Tari Dug Dug Der Semarangan Diikuti 25 Ribu Peserta, Cetak Rekor LEPRID

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 20:16 WIB | Oleh:
Festival Tari Dug Dug Der Semarangan Diikuti 25 Ribu Peserta, Cetak Rekor LEPRID Doc: ANTARA/HO-Pemkot Semarang
Ket. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menerima penghargaan dari Leprid atas “Pemrakarsa dan Penyelenggara Rekor Festival Nari Bareng ‘Dug Dug Der Semarangan’ diikuti Peserta Terbanyak", di Semarang, Minggu (9/8).

SEMARANG - Sebanyak 25.000 peserta memadati Lapangan Simpang Lima Semarang untuk mengikuti Festival Tari "Dug Dug Der Semarangan", Minggu (9/8).

Aksi menari massal ini berhasil mencatatkan rekor di Lembaga Prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID) sekaligus menjadi panggung kebersamaan warga dalam melestarikan budaya lokal menyambut HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah Kota Semarang tercatat dalam rekor Leprid sebagai “Pemrakarsa dan Penyelenggara Rekor Festival Nari Bareng ‘Dug Dug Der Semarangan’ diikuti Peserta Terbanyak".

Piagam penghargaan Leprid bernomor No. 1.037/LEPRID/VIII/2026 tersebut diserahkan langsung oleh Pendiri sekaligus Ketua Umum Leprid Paulus Pangka.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan penghargaan tersebut untuk seluruh masyarakat Kota Semarang.

“Rekor ini bukan tujuan akhir. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat ikut memiliki dan mencintai budaya Kota Semarang," katanya.

Menurut dia, pencapaian tersebut menunjukkan kebersamaan seluruh warga Kota Semarang dalam merawat tradisi lokal.

"Ketika 25 ribu orang menari bersama, kita melihat ada kebersamaan, kegembiraan, dan rasa bangga menjadi bagian dari Kota Semarang," katanya.

Ia menilai Tari Dug Dug Der Semarangan menjadi media untuk membawa tradisi lokal ke ruang publik, sekaligus mendekatkannya dengan generasi muda.

"Budaya harus hidup. Anak-anak muda harus mengenal, mempelajari, dan ikut mengekspresikannya. Kalau masyarakat ikut menari, budaya itu tidak disimpan sebagai sejarah semata, melainkan benar-benar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari," katanya.

Tari Dug Dug Der Semarangan, kata dia, memiliki keterkaitan erat dengan tradisi Dugderan yang berkembang sejak abad ke-19.

Nama Dugderan berasal dari perpaduan bunyi bedug “dug” dan dentuman meriam “der” sebagai penanda datangnya bulan Ramadhan.

Dalam perkembangannya, tradisi tersebut lekat dengan ikon Warak Ngendog yang merepresentasikan akulturasi budaya di Kota Semarang.

Ia mengatakan bahwa nilai keberagaman yang hidup dalam tradisi tersebut perlu terus diterjemahkan melalui ekspresi seni yang dapat mengikuti perkembangan zaman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Ekonomi
IHSG Anjlok, HIPMI Ajak Pel...
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.