Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sungai Cihaur di Bandung Barat Tercemar, Tim DLH Lakukan Penyelidikan

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 15:30 WIB | Oleh:
Sungai Cihaur di Bandung Barat Tercemar, Tim DLH Lakukan Penyelidikan Doc: antara foto
Ket. Sungai Cihaur di Bandung Barat tercemar.

BANDUNG BARAT - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar), menerjunkan tim untuk menelusuri dugaan pencemaran Sungai Cihaur di Kecamatan Padalarang, setelah laporan air sungai berubah warna dan mengeluarkan bau menyengat.

Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Bandung Barat Ilmi Royan Galih Surya mengatakan pihaknya segera menyiapkan tim pengawas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) untuk memeriksa kondisi serta memetakan dugaan sumber pencemaran.

"Saya terus terang baru tahu, memang belum ada pengaduan masuk, tetapi kami pastikan akan mengirimkan tim pengawas untuk bisa ke lokasi guna memetakan," katanya di Bandung Barat, Minggu (9/8).

Galih mengatakan hasil pemeriksaan di lapangan akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah penanganan terhadap pihak yang nantinya terbukti melakukan pencemaran.

"Nanti dari hasil pemetaan oleh tim pengawas PPLH, kami akan coba lakukan tindakan berupa pengawasan atau pembinaan kepada pelaku kegiatan diduga melakukan pencemaran," katanya.

Sebelumnya, kondisi Sungai Cihaur di Kampung Pangkalan, Desa Cipeundeuy, menjadi sorotan setelah air sungai terlihat berubah warna menjadi merah, dipenuhi busa, serta mengeluarkan aroma tidak sedap.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (7/8), terlihat cairan berwarna merah mengalir dari sebuah saluran pembuangan berukuran besar yang berada di sisi sungai.

Saluran tersebut tampak tertanam di bawah tanah dan mengalirkan cairan secara langsung ke badan Sungai Cihaur. Selain berwarna merah, aliran tersebut terlihat menghasilkan busa dan menimbulkan bau menyengat.

Warga setempat juga menyebut cairan yang masuk ke sungai terkadang memiliki suhu cukup panas hingga terlihat seperti mengeluarkan kepulan.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap ekosistem sungai dan aktivitas masyarakat di sekitar aliran Sungai Cihaur.

Warga menyebut populasi ikan di sungai terus menurun, sedangkan petani mulai khawatir menggunakan air sungai untuk kebutuhan pengairan tanaman.

DLH Bandung Barat akan memastikan kondisi tersebut melalui pemeriksaan lapangan dan penelusuran sumber aliran sebelum menentukan langkah penanganan lebih lanjut.

Pemerintah daerah juga akan menjadikan hasil pengawasan sebagai dasar untuk menentukan tindakan terhadap pihak yang terbukti melanggar ketentuan pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...

29 Desa di Cilacap Alami Kekeringan

29 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
29 Desa di Cilacap Alami Ke...
Luar Negeri
Rwanda Kebut Percepatan Per...
Nasional
Menteri UMKM Dorong Perluas...

Menteri Ekraf Dukung Pengembangan “Board Game”

39 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menteri Ekraf Dukung Pengem...
Olahraga
Duel Persija vs Persib Dija...
Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

Jorge Messi Meninggal di Usia 68 Tahun , Sosok Penting di Balik Kesuksesan Lionel

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.