Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Musim Kemarau Jadi Berkah Petani Cabai di Lebak untuk Raup Keuntungan

📅 Minggu, 09 Agu 2026, 13:32 WIB | Oleh:
Musim Kemarau Jadi Berkah Petani Cabai di Lebak untuk Raup Keuntungan Doc: antara foto
Ket. Petani cabai di Lebak, Banten.

LEBAK - ‎Sejumlah petani cabai di Kabupaten Lebak, Banten menuai berkah musim kemarau dengan meraup keuntungan karena harga pasaran relatif baik dan permintaan pasar cukup tinggi.

‎"Kami sudah memanen delapan kali dengan menghasilkan sekitar 1 ton dan harga Rp45.000 per kilogram (kg) maka dikalkulasikan Rp45 juta," kata Musa (55), seorang petani cabai di Blok Sangiang Tanjung Kabupaten Lebak, Minggu (9/8).

‎Pertanian cabai rawit oranye atau cabai setan miliknya seluas 2 500 meter persegi di lahan darat dengan nilai investasi sekitar Rp20 juta dan bisa menghasilkan keuntungan Rp60 juta.

‎Ia mengatakan cabai miliknya itu hingga kini masih menghasilkan panen dan biasanya sampai 15 kali.

‎Menurut dia, usaha pertanian cabai sebagai alternatif menyusul tibanya musim kemarau panjang, sehingga dapat menghasilkan pendapatan ekonomi, terlebih di wilayahnya tidak memiliki sumber air.

‎Parapetani memilih pertanian cabai dengan masa waktu panen selama 90- 100 hari setelah tanam.

‎"Kami sudah biasa jika musim kemarau panjang beralih ke pertanian cabai dibandingkan pertanian padi pangan yang membutuhkan banyak pasokan air," katanya.

‎Roup (50) seorang petani cabai mengaku dirinya mengembangkan cabai merah keriting itu seluas 1.500 meter persegi dan sudah dua kali panen dengan menghasilkan 150 kilogram.

‎Sedangkan, harga cabai merah keriting ditampung Rp50.000 per kg, sehingga dikalkulasikan baru menghasilkan pendapatan Rp7,5 juta.

‎Panen cabai merah keriting dari Jawa Tengah itu usia 85 hari setelah tanam hingga mencapai 120 hari bisa dipanen hingga 10 kali.

‎"Kami memperkirakan pendapatan ekonomi hasil panen cabai bisa mencapai Rp50 juta dengan modal biaya produksi Rp20 juta," katanya menjelaskan.

‎Sementara itu, Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dodi Hermawan mengatakan, para petani di daerah itu jika musim kemarau kebanyakan beralih dari tanaman pangan ke tanaman sayuran, termasuk cabai karena tidak banyak menggunakan pasokan air.

‎"Di musim kemarau para petani memasok sayuran dan cabai hingga puluhan ton ke sejumlah pasar tradisional di Banten dan DKI Jakarta dengan perputaran uang hingga ratusan juta per hari," katanya menjelaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.