Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menyedihkan, Banyak Warga Indonesia Terpaksa Bekerja di Masa Pensiun karena Tekanan Finansial

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 19:45 WIB | Oleh:

Di saat yang sama, minat pada nasihat profesional menurun dibanding tahun lalu, dengan lebih sedikit individu berkonsultasi dengan bank (31% tahun ini vs 40% pada 2024) atau penasihat keuangan independen (31% vs 44%). Perubahan ini menunjukkan minat masyarakat terhadap kenyamanan digital dan rasa ingin tahu, tapi juga menegaskan adanya kesenjangan literasi finansial di ranah perencanaan pensiun.

“AI bisa menjadi titik awal pencarian informasi dan sangat membantu, tetapi seringkali tidak memiliki konteks dan tingkat personalisasi saran yang dibutuhkan untuk mewujudkan keamanan finansial jangka panjang. Saat teknologi mengubah cara orang merencanakan pensiun, pelibatan nasihat dari ahli keuangan tetap penting agar keputusan yang diambil dapat ditopang oleh informasi yang akurat, seimbang, dan selaras dengan tujuan masing-masing individu,” ungkap Albertus.

Keamanan finansial berkorelasi dengan optimisme terhadap pensiun

Memiliki keamanan finansial menjadi inti dari optimisme terhadap pensiun. Di antara mereka yang menantikan datangnya masa pensiun, 60% menyebut keamanan finansial sebagai alasan optimisme mereka, diikuti stabilitas (46%) dan merasa lebih mampu mengendalikan perubahan atau transisi hidup (23%).

Sebaliknya, bagi mereka yang gelisah akan datangnya pensiun, kekhawatiran terbesar adalah tidak dapat memberikan dukungan finansial kepada keluarga (44%), disusul ketidakamanan finansial (37%).

Masyarakat Indonesia juga memiliki rentang waktu perencanaan pensiun yang relatif pendek karena kerap menunda. Hingga 24% orang tidak membuat rencana apa pun sebelum pensiun, dan 34% baru menyusun rencana dalam dua tahun sebelum berhenti bekerja penuh waktu. Hanya 38% yang merasa sangat percaya diri terhadap rencana pensiunnya.

Banyak kaum pekerja di Indonesia juga menghadapi tekanan finansial tambahan untuk menopang orang tua sekaligus anak, seringkali disebut sebagai “sandwich generation”. Merawat keluarga yang lebih tua dan lebih muda membuat sebagian orang menurunkan ekspektasi gaya hidup (40%) atau menunda pensiun (23%).

Semakin banyak orang di Indonesia menginginkan kendali atas kapan mereka meninggalkan dunia kerja. Hingga 77% responden percaya pensiun seharusnya menjadi pilihan pribadi, bukan batas usia yang wajib dipatuhi. Sebanyak 81% mendukung ide untuk bekerja melampaui usia pensiun di Indonesia.

Kesehatan adalah kekayaan di masa pensiun

Kondisi kesehatan saat ini dan ekspektasi ke depan juga turut membentuk aspirasi pensiun. Di antara mereka yang mengatakan pandangannya tentang pensiun berubah optimis dalam beberapa tahun terakhir, alasan yang paling sering disebut adalah kesehatan fisik yang lebih baik dari perkiraan (58%) atau kesehatan mental (52%).

Di sisi lain, kesehatan yang menurun juga berdampak terhadap perencanaan pensiun. Bagi mereka yang menyatakan akan pensiun lebih awal, kesehatan yang buruk kerap disebut sebagai alasan utama (22%).

“Kesehatan adalah bentuk kekayaan yang nyata di masa pensiun. Kesehatan memengaruhi kapan orang pensiun dan bagaimana kualitas hidup mereka di masa itu. Perencanaan pensiun yang kuat dan komprehensif akan membantu mewujudkan keamanan finansial dan kesejahteraan jangka panjang,” jelas Albertus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Serukan Dibuka...
Luar Negeri
Topan Dolphin Terjang Darat...
Megapolitan
Investor Dipermudah dengan ...
Megapolitan
Pemprov Fasilitasi Kolabora...
Jangan Sampai Lewat! Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Obral Diskon Hingga Gratis Balik Nama

Jangan Sampai Lewat! Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Obral Diskon Hingga Gratis Balik Nama

09 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.