Bukan Cuma Balap Karung! Cara Relawan GDS Hapus Sekat Sosial Anak Panti di Aceh Bikin Haru
📅 Senin, 10 Agu 2026, 01:35 WIB | Oleh: AlfredBANDA ACEH - Puluhan relawan Grow Daily with Sebumi (GDS) mengajak anak-anak panti asuhan UPTD Rumah Sejahtera Aneuk Nanggroe (RSAN) menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui permainan tradisional di Aceh Besar, Minggu (9/8).
“Dengan adanya interaksi antara relawan dan anak-anak panti, itu yang membuat semangat mereka bangkit. Kita meyakinkan bahwa tidak ada batasan, tidak ada perbedaan, kita semua sama,” kata Direktur Yayasan Sebumi Official, Eriza Gusmanda, di Aceh Besar, Minggu.
Kegiatan yang dilaksanakan Yayasan Sebumi Official melalui relawan GDS itu mengangkat tema “Misi Lorong Waktu: Bermain Permainan Tradisional Menyambut Kemerdekaan dengan Adik Panti” tersebut melibatkan sekitar 30 anak usia TK dan SD serta 20 relawan GDS.
Anak-anak bersama para relawan mengikuti permainan tradisional, diantaranya balap karung dan egrang batok. Relawan turut bergabung dalam kelompok permainan dan mendampingi anak-anak selama perlombaan berlangsung.
Erizal mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya untuk memeriahkan kemerdekaan, melainkan juga membuka kesempatan bagi anak-anak berinteraksi dengan masyarakat dari luar lingkungan RSAN.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Interaksi dengan relawan dari berbagai latar belakang ini diharapkan dapat memperluas wawasan anak-anak sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih kesuksesan," ujar Eriza.
Sementara itu, Pengasuh Asrama Putra RSAN, Muhajir, mengatakan kegiatan bersama komunitas ini memberikan aktivitas positif sekaligus menjadi ruang bagi anak-anak untuk membangun kemampuan bersosialisasi.
Interaksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang juga dapat memperluas pemikiran, wawasan, dan pengetahuan anak-anak. Kehadiran mahasiswa dari berbagai bidang pendidikan ini dapat memberikan gambaran mengenai pilihan pendidikan dan profesi yang bisa menjadi motivasi membangun cita-cita.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Yang terpenting mereka merasa diperhatikan. Mereka merasa tidak sendiri,” katanya.
Muhajir berharap, semakin banyak komunitas dan generasi muda, khususnya mahasiswa, terlibat dalam kegiatan sosial bersama anak-anak RSAN sesuai dengan keahlian dan latar belakang masing-masing.
Sebagai informasi, RSAN merupakan lembaga sosial di bawah pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh yang memberikan perlindungan dan pembinaan kepada anak-anak dengan permasalahan sosial dirujuk pemerintah kabupaten/kota.
RSAN saat ini memiliki daya tampung sebanyak 60 anak, namun saat ini terdapat 63 anak yang dilindungi karena adanya kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan dan penyelamatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!