Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Gencarkan Upaya Penyelamatan ABK Diculik Bajak Laut di Gabon

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 18:20 WIB | Oleh:
Indonesia Gencarkan Upaya Penyelamatan ABK Diculik Bajak Laut di Gabon Doc: AFP

JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan bahwa pihaknya berupaya berkoordinasi dengan otoritas Tiongkok dalam menangani kasus penculikan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi kru kapal ikan di perairan Gabon oleh bajak laut.

“Kami memantau terus perkembangannya, dan saya juga mencoba untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Tiongkok,” kata Sugiono ditemui usai menyampaikan Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu.

Koordinasi dengan pihak Tiongkok dilakukan mengingat selain ada 4 WNI yang diculik bajak laut dalam insiden pada Minggu (11/1) waktu Gabon tersebut, ada pula 5 WN Tiongkok yang diculik.

Menlu RI menyampaikan bahwa pihaknya terus berupaya mencari tahu kondisi WNI yang masih ditahan bajak laut, dan KBRI Yaounde telah diinstruksikan untuk terus memonitor perkembangan kasus penculikan ini.

“Saya memantau laporannya setiap jam, dan setiap ada pembaruan informasi,” ucap Sugiono, menambahkan.

Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong memastikan total 9 awak kapal WNI dan WN China yang diculik bajak laut dalam peristiwa tersebut.

"Kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil laut tenggara Equata di perairan Gabon," kata Meyong, sebagaimana ditayangkan televisi Gabon 24, Senin (12/1) waktu setempat.

Ia pun memastikan bahwa situasi saat ini sudah terkendali di tingkat pemerintahan tertinggi, dan semua langkah yang diperlukan telah diambil demi memastikan keamanan maritim.

Merespons insiden tersebut, Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan bahwa KBRI Yaounde telah berkoordinasi dengan otoritas setempat serta pemangku kepentingan lainnya “untuk mempercepat upaya penyelamatan awak kapal yang diculik”.

Dalam keterangan tertulis yang telah dikonfirmasi, Selasa (13/1), Heni juga memastikan KBRI Yaounde telah meminta informasi terbaru terkait kondisi kesehatan para WNI awak kapal yang terdampak pembajakan, khususnya yang lolos dari penculikan oleh bajak laut.

KBRI Yaounde juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa penanggung jawab tetap melaksanakan semua hak ketenagakerjaan yang dimiliki para ABK WNI maupun keluarganya, kata Heni. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...

Pariwisata Indonesia Catat Pertumbuhan Wisman dan Wisnus

30 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Wisata
Pariwisata Indonesia Catat ...

KKP dan Kemenkeu Perkuat Tata Kelola PNBP Perikanan Tangkap

35 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Ekonomi
KKP dan Kemenkeu Perkuat Ta...
Ekonomi
IHSG Dibuka Menguat 0,13 Pe...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.