Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kolaborasi Kemenekraf Dalam Pilot Project 'The Cianjur Experience' Integrasikan Musik Cianjuran

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 17:23 WIB | Oleh:
Kolaborasi Kemenekraf Dalam Pilot Project 'The Cianjur Experience' Integrasikan Musik Cianjuran Doc: Dok. Kemenekraf
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi dari Yayasan Rawindra Kata Hara di Kantor Kementerian Ekraf, Rabu (12/11).

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menjajaki kolaborasi strategis dengan Yayasan Rawindra Kata Hara dalam pilot project "The Cianjur Experience" yang mengintegrasikan Musik Cianjuran, kopi Cianjur, dan narasi sejarah lokal.

Inisiatif ini bertujuan mengubah paradigma pemasaran daerah dari sekadar menjual produk menjadi menawarkan pengalaman budaya yang utuh, dengan Kementerian berperan sebagai penggerak sinergi lintas kementerian dan subsektor.

“Program ini memiliki potensi besar yang sejalan dengan KPI kami di Kemenekraf, terutama terkait kontribusi terhadap tenaga kerja, investasi, dan ekspor. Agar dampaknya bisa konkret dan luas, kami tidak bisa bekerja sendiri, banyak pihak yang perlu dilibatkan. Kami siap menjadi orkestrator untuk menguatkan sinergi lintas kementerian dan lintas subsektor dalam mendukung program ini,” ujar Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (13/11).

Yayasan Rawindra Kata Hara merupakan organisasi yang berfokus pada penguatan literasi di Indonesia, terinspirasi dari semangat intelektual Ramadhan K.H. Yayasan ini tengah menyusun pilot project “The Cianjur Experience: Integrasi Musik Tradisi, Komoditas, dan Sejarah Daerah” yang bertujuan membangun strategi pemasaran daerah melalui pendekatan terpadu antara musik tradisi, komoditas unggulan, dan sejarah lokal.

Kabupaten Cianjur dipilih sebagai studi awal, dengan fokus pada Musik Cianjuran, kopi Cianjur, dan narasi sejarah yang menghubungkan budaya dan ekonomi kreatif daerah.

Pihak Yayasan Rawindra menilai potensi kopi di Indonesia masih belum dioptimalkan secara maksimal dan bertujuan untuk mengubah pendekatan dari menjual produk menjadi menjual pengalaman untuk meningkatkan daya tarik global.

Selaras dengan tujuan ini, Menekraf menyebutkan kekuatan narasi menjadi strategi kunci dalam mendongkrak investasi di subsektor ekonomi kreatif.

“Investasi subsektor ekraf di semester pertama tahun ini mencapai 66 persen. Harapannya angka ini terus meningkat melalui program seperti ini, yang mengusung strategi storytelling dalam memasarkan produk kreatif berbasis kearifan lokal,” ujar Teuku.

Sementara itu, Delegasi Yayasan Rawindra Kata Hara, Aming Sukandar, menjelaskan bahwa luas perkebunan kopi nasional saat ini mencapai hampir 1,3 juta hektare, meningkat signifikan dari sekitar 800 ribu hektare pada 2015.

Namun, potensi ekspor belum optimal karena penyerapan kopi di pasar domestik jauh lebih besar dibandingkan dengan ekspor, sehingga peran pemerintah diperlukan untuk memperkuat tata kelola dan roadmap industri kopi nasional.

“Produksi kopi kita tinggi, tetapi ekspornya tidak terlalu besar karena penyerapan di dalam negeri sangat besar. Padahal, di balik itu ada ratusan ribu tenaga kerja yang menggantungkan hidup di sektor kopi, dari PTPN hingga Perhutani. Harapan kami pemerintah bisa hadir secara nyata di dunia kopi, agar potensi besar ini bisa terkelola dan bernilai tambah bagi masyarakat,” ujar Aming.

Lebih lanjut, Pendiri Yayasan Rawindra Katahara, Gilang Ramadhan, menilai Cianjur merupakan contoh ideal untuk mengembangkan kolaborasi antara komoditas dan budaya daerah.

Cianjur memiliki dua aset bernilai tinggi yang saling terkait, yakni kopi Cianjur dan musik Cianjuran, yang dapat dipadukan dalam satu narasi sejarah dan identitas lokal.

“Kami ingin mendorong musik tradisi ke permukaan dengan menggunakan kopi sebagai medium. Musik Cianjuran kami tempatkan sejajar dengan komoditas kopi Cianjur, agar keduanya menjadi satu identitas daerah yang kuat. The Cianjur Experience ini bukan hanya soal kopi atau musik, tapi tentang bagaimana Indonesia bisa percaya diri menjual sejarah, nilai, dan narasi budayanya ke dunia,” imbuh Gilang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.