Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pascabentrokan Matraman, Ketua Bamus Betawi Eki Pitung Minta Perantau dan Warga Jaga Kedamaian Jakarta

📅 Senin, 27 Jul 2026, 18:43 WIB | Oleh:
Pascabentrokan Matraman, Ketua Bamus Betawi Eki Pitung Minta Perantau dan Warga Jaga Kedamaian Jakarta Doc: ANTARA/HO-Bamus Betawi.
Ket. Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung.

JAKARTA - Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, Eki Pitung mengajak para perantau di Ibu Kota dan warga bersama-sama menjaga keamanan Jakarta dan tak cepat tersulut emosi yang berujung konflik.

"Saudara-saudaraku yang sekiranya rantau di Jakarta jagalah diri kita untuk selalu jaga keamanan dan persaudaraan, jangan cepat tersulut emosi yang akhirnya mengundang konflik horizontal," kata dia dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (27/7).

Hal ini dia sampaikan sebagai upaya mencegah kejadian bentrokan di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (26/7) yang menyebabkan satu orang meregang nyawa.

Berdasarkan penyelidikan kepolisian, peristiwa bermula ketika dua orang yang mengendarai sepeda motor menggeber-geber kendaraannya di depan pedagang nasi uduk di depan Masjid Jami Matraman.

Setelah ditegur karena menimbulkan kebisingan, keduanya meninggalkan lokasi. Namun mereka kemudian kembali bersama sekitar lima rekannya dan diduga merusak gerobak pedagang serta menganiaya warga.

Aksi tersebut memicu perlawanan dari warga sekitar hingga bentrokan meluas ke kawasan Jalan Tambak, yang diduga menjadi tempat tinggal kelompok tersebut.

Kedua belah pihak terlibat aksi saling lempar batu dan benda lainnya hingga mengakibatkan bangunan serta sejumlah kendaraan terbakar.

"Saya menghimbau seluruh pihak untuk kepala dingin dalam masalah ini. Apalagi sudah ditangani pihak kepolisian setempat. Kita semua sebagai anak bangsa cinta Tanah Air, ayo saling menjaga kondusivitas. Harmonis itu indah," kata Eki.

Dia mengatakan, Dewan Adat Bamus Betawi, organisasi keadatan juga turut bertanggung jawab atas kondusivitas Jakarta dan stabilitas keamanan yang merupakan bagian dari fungsi Dewan Adat Bamus Betawi di Jakarta serta wilayah Bogor, Tangerang, dan Bekasi.

"Jangan cepat merasa jago merasa kuat, hidup adem-adem aje di Jakarta. Cari duit yang baik, enggak jadi musuh banyak orang. InshaAllah lancar rezekinya di Jakarta. Nyok kite Jaga Jakarta dengan masing-masing sebagai masyarakat adat tentunya faham," kata Eki.

Eki Pitung kemudian meminta masyarakat mempercayakan penyelesaian kasus kepada polisi.

"Mohon kita semua percayakan pada pihak kepolisian. Hukum tetap hukum. Menghakimi dengan membabi buta itu juga ada pasal hukum yang berlaku. Jadi percayakan semua pihak, jangan lagi ada peristiwa begini lagi," kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.