Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jawab Tantangan Zaman, BI Rombak Arah Riset Jadi Empat Fokus

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 19:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jawab Tantangan Zaman, BI Rombak Arah Riset Jadi Empat Fokus Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja.
Ket. Ilustrasi-Petugas keamanan melakukan penjagaan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Riset bank sentral menjadi instrumen penting dalam mendukung pengambilan kebijakan berbasis data (evidence-based policy).

Melalui kajian mengenai inflasi, stabilitas sistem keuangan, perilaku konsumsi, hingga dinamika sektor riil, hasil riset tidak hanya menjadi dasar penentuan arah kebijakan moneter, tetapi juga memberikan gambaran dini terhadap potensi risiko ekonomi.

Kualitas riset yang kuat membantu bank sentral merespons perubahan ekonomi secara lebih tepat, sekaligus meningkatkan kredibilitas kebijakan di mata pelaku pasar dan masyarakat.

Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan bahwa riset bank sentral perlu diarahkan pada empat agenda prioritas guna menjawab tantangan fragmentasi geoekonomi, transformasi digital, hingga meningkatnya risiko sistemik.

“Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem riset yang berkualitas dan relevan bagi kebijakan guna mendukung perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policymaking) di tengah perubahan lanskap ekonomi dan keuangan global,” kata Destry dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (5/8).

Salah satu agenda prioritas tersebut, yakni memperkuat pemahaman mengenai transmisi kebijakan moneter di tengah fragmentasi geoekonomi.

Kedua, memperdalam analisis mengenai keuangan digital dan implikasi perkembangan sistem pembayaran digital, kecerdasan artifisial (AI), fintech, aset kripto, serta mata uang digital terhadap kebijakan bank sentral.

Ketiga, mengembangkan pengukuran risiko sistemik dan pengawasan makrofinansial yang mampu mengantisipasi risiko siber, perubahan iklim, likuiditas, hingga risiko lintas negara.

Terakhir atau keempat, memperkuat kredibilitas kelembagaan dan komunikasi kebijakan sebagai fondasi dalam menjaga kepercayaan publik.

Pada 31 Juli yang lalu, BI telah menyelenggarakan Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-20 dan Call for Papers dengan tema “Central Banking at the Crossroads of Geoeconomic Fragmentation, Digital Transformation, and Systemic Risks".

Konferensi internasional BMEB dihadiri oleh peneliti, akademisi, pembuat kebijakan, dan lembaga internasional.

Menurut BI, forum ini menjadi momentum bagi akademisi dan pembuat kebijakan dari berbagai negara berbagi pemikiran dan pengalaman untuk menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Sejumlah isu strategis turut mengemuka dalam konferensi ini. Pada aspek fragmentasi geoekonomi, para akademisi menyoroti meningkatnya peran guncangan global terhadap kebijakan moneter, perdagangan, dan investasi, yang menuntut penguatan koordinasi kebijakan, pemanfaatan analisis berbasis skenario (scenario analysis), serta kerja sama internasional untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung ketahanan investasi.

Di bidang transformasi digital, diskusi mengulas pesatnya perkembangan digitalisasi, kecerdasan artifisial (AI), dan inovasi keuangan yang mengubah sistem pembayaran, uang, dan pasar keuangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Pemkot dan Pemkab Bogor Kol...
Megapolitan
Warga Jakarta Berpeluang Be...
Olahraga
Arab Saudi Tunda Turnamen T...
Luar Negeri
IMF Sebut Jepang Akan Turun...
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.