Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transplantasi Retina iPS Aman 10 Tahun: Awal Babak Baru Terapi Regeneratif?

📅 Rabu, 10 Des 2025, 02:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transplantasi Retina iPS Aman 10 Tahun: Awal Babak Baru Terapi Regeneratif? Doc: AMED (Japan Agency for Medical Research and Develo
Ket. Teknologi iPS - Foto yang disertakan menunjukkan operasi transplantasi sel-sel visual yang berasal dari sel iPS untuk mengobati pasien dengan degenerasi retina pigmentasi.

TOKYO – Temuan terbaru para peneliti Jepang menunjukkan pasien penerima transplantasi sel retina dari sel punca iPS (induced pluripotent stem) selama satu dekade lalu tidak mengalami masalah kesehatan, termasuk tidak munculnya tanda-tanda kanker. Hasil ini memperkuat keyakinan bahwa teknologi iPS memiliki profil keamanan jangka panjang yang menjanjikan.

Selain membuka jalan bagi terapi regeneratif yang lebih luas, temuan ini juga mengurangi kekhawatiran terkait risiko mutasi atau pertumbuhan sel abnormal, faktor yang selama ini menjadi hambatan utama dalam pengembangan terapi berbasis sel punca.

Dalam uji klinis pada September 2014 oleh Kobe City Eye Hospital dan lembaga riset Riken, sel-sel itu dicangkokkan ke seorang perempuan berusia 70-an yang mengidap degenerasi makula terkait usia tipe basah, salah satu penyakit degeneratif retina yang bisa menyebabkan hilangnya penglihatan.

“Menjadi hal yang signifikan setelah kami dapat menunjukkan keamanan dan efektivitas jangka panjang (transplantasi itu). Hasil ini memperkuat terapi sel iPS secara keseluruhan,” kata Yasuo Kurimoto, direktur rumah sakit tersebut, yang saat itu bernama Institute of Biomedical Research and Innovation Hospital, beberapa waktu lalu.

Tim peneliti membuat lapisan pelindung sel epitel pigmen retina dari sel-sel iPS yang kemudian dicangkokkan. Setelah transplantasi, sel-sel tersebut tetap terintegrasi dalam jaringan mata setelah 10 tahun dan tidak ditemukan tanda-tanda penolakan atau pertumbuhan sel abnormal, kata tim tersebut dalam konferensi Japanese Retina and Vitreous Society di Tokyo.

Rumah sakit itu kini berupaya melakukan transplantasi menggunakan rangkaian sel RPE yang dibuat dari sel iPS milik donor sehat. Ant/E-10

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.