Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Antrean Mengular di Bandara Lombok, Jejak Padatnya Libur Akhir Tahun

📅 Sabtu, 27 Des 2025, 09:05 WIB | Oleh:
Antrean Mengular di Bandara Lombok, Jejak Padatnya Libur Akhir Tahun Doc: Antara Foto
Ket. Sejumlah petugas menyambut kedatangan pesawat Wings Air sebelum melakukan penerbangan perdana rute Banyuwangi-Lombok di Bandara Banyuwangi, Jawa Timur

Libur akhir tahun selalu meninggalkan jejak yang khas di bandara. Pada pagi yang lembap di Lombok Tengah, antrean penumpang mengular sejak subuh.

Koper berwarna-warni bergerak pelan di atas troli, petugas bekerja dengan ritme cepat, dan pengumuman keberangkatan terdengar nyaris tanpa jeda.

Inilah potret paling nyata dari satu fenomena yang berulang setiap Desember, tetapi kini hadir dengan skala dan kompleksitas yang semakin besar, yakni arus penerbangan yang melonjak tinggi.

Di Nusa Tenggara Barat (NTB), libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menegaskan bahwa bandara bukan lagi sekadar pintu masuk wisata, melainkan simpul pelayanan publik yang menentukan kualitas pengalaman masyarakat.

Data resmi menunjukkan arus penerbangan meningkat 35 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan total 712 penerbangan dan lebih dari 60 ribu penumpang.

Angka ini bukan sekadar statistik musiman. Ia mencerminkan perubahan pola mobilitas, pergeseran fungsi bandara, serta tantangan baru pengelolaan transportasi udara di daerah kepulauan.

Lonjakan ini terjadi di tengah ekspansi konektivitas. Rute baru dibuka, frekuensi ditambah, dan bandara semakin diposisikan sebagai penggerak ekonomi.

Pertanyaan kuncinya bukan hanya seberapa banyak pesawat yang datang dan pergi, melainkan seberapa siap sistem pelayanan publik mengelola kepadatan, tanpa mengorbankan kenyamanan, keselamatan, dan keadilan akses bagi semua penumpang.


Lonjakan penumpang

Kenaikan arus penerbangan sebesar 35 persen memperlihatkan dinamika yang menarik. Jumlah penerbangan tumbuh pesat, tetapi pertumbuhan penumpang berada pada kisaran tujuh hingga delapan persen.

Ini menandakan dua hal. Pertama, maskapai dan pengelola bandara lebih agresif menambah slot penerbangan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Kedua, tingkat keterisian kursi yang berada di rentang 63 hingga 70 persen menunjukkan strategi kehati-hatian agar layanan tetap berjalan stabil di tengah risiko cuaca dan kepadatan.

Puncak pergerakan terjadi pada rentang waktu yang hampir seragam setiap hari, yakni pagi dan sore. Jam-jam ini menjadi periode kritis, bukan hanya bagi bandara, tetapi juga bagi ekosistem transportasi di sekitarnya.

Jalan akses menuju bandara padat, layanan transportasi lanjutan diuji, dan koordinasi antarinstansi harus berjalan presisi. Sedikit saja gangguan, antrean bisa memanjang dan ketegangan mudah muncul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...
Luar Negeri
Seoul Galakkan Konsep Kota ...

22 Sekolah Harus Direhabilitasi Total

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
22 Sekolah Harus Direhabili...
Megapolitan
Investasi Tangerang Terting...
Megapolitan
Gudang-gudang di Jobodetabe...
Luar Negeri
Perubahan Iklim Picu Laut E...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.