Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antrean Mengular di Bandara Lombok, Jejak Padatnya Libur Akhir Tahun

📅 Sabtu, 27 Des 2025, 09:05 WIB | Oleh:

Fenomena ini menunjukkan bahwa arus penerbangan bukan peristiwa terpisah. Ia berkaitan erat dengan sistem transportasi darat, manajemen waktu, hingga kesiapan sumber daya manusia.

Dalam konteks NTB sebagai daerah tujuan wisata, sekaligus wilayah kepulauan, bandara memikul peran ganda, yakni melayani wisatawan dan memastikan mobilitas warga lokal tetap terjamin.

Di sinilah tantangan kekinian muncul. Mobilitas udara tidak lagi didominasi wisatawan, tetapi juga pelajar, pekerja, dan pelaku usaha. Libur akhir tahun menjadi momentum pertemuan berbagai kepentingan.

Bandara harus melayani semuanya dengan standar yang sama, tanpa diskriminasi, tanpa kekacauan.


Risiko kepadatan

Pembukaan rute-rute baru menuju Malang, Banyuwangi, Bali, hingga penguatan koneksi ke kawasan timur Indonesia mempertegas arah kebijakan konektivitas udara NTB.

Bandara Lombok kian diposisikan sebagai hub regional yang menghubungkan objek wisata, pusat pendidikan, dan jalur distribusi ekonomi.

Secara strategis, langkah ini patut diapresiasi. Konektivitas langsung memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya perjalanan, dan memperluas pilihan masyarakat.

Hanya saja, di balik narasi positif itu, tersimpan risiko kepadatan yang perlu dikelola dengan cermat. Lonjakan penerbangan tanpa diimbangi penguatan layanan darat, sistem antrean, dan manajemen bagasi berpotensi menurunkan kualitas pelayanan.

Kargo udara yang justru mengalami penurunan sekitar 14 persen memberi sinyal lain. Bandara semakin berat ke arah layanan penumpang, sementara fungsi logistik belum sepenuhnya pulih.

Ini penting dicermati karena keseimbangan antara penumpang dan kargo menentukan keberlanjutan ekonomi bandara. Terlalu bertumpu pada penumpang musiman membuat sistem rentan terhadap fluktuasi.

Kondisi ini juga menguji kesiapan manajemen krisis. Cuaca ekstrem, keterlambatan penerbangan, atau gangguan teknis bisa berdampak berantai pada jadwal dan emosi penumpang.

Di sinilah bandara diuji, bukan hanya sebagai infrastruktur fisik, tetapi sebagai institusi pelayanan publik yang harus mampu berkomunikasi dengan jelas, cepat, dan empatik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Jalan Tol Bayung Lencir aka...
Daerah
UB Kembangkan Bilik Toilet ...
Event Jakarta Akhir Pekan 18-19 Juli 2026: Ada Flying Trapeze hingga Diskon FJGS

Event Jakarta Akhir Pekan 18-19 Juli 2026: Ada Flying Trapeze hingga Diskon FJGS

17 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.