Paus Leo XIV: Kekhawatiran AI Harus Dianggap Serius
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiVATIKAN - Paus Leo XIV mengatakan kekhawatiran terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) harus dianggap serius, tetapi menegaskan dirinya tidak berada dalam "mode panik" menghadapi kemajuan teknologi tersebut.
Dilansir dari AFP, Pernyataan itu disampaikan Leo kepada wartawan dalam konferensi pers di pesawat yang membawanya kembali ke Vatikan pada Senin (28/9), setelah menyelesaikan kunjungan empat hari ke Prancis.
"Jika seseorang bertanya kepada saya, apakah saya dalam mode panik? Tidak, saya tidak. Saya tidur di malam hari," kata Leo ketika ditanya mengenai kekhawatirannya terhadap AI.
Selama kunjungannya ke Prancis, pemimpin Gereja Katolik itu berulang kali menyoroti pentingnya memastikan perkembangan AI tidak menghilangkan peran dan martabat manusia. Menurut dia, masyarakat perlu memiliki kemampuan untuk menilai dampak etis dari teknologi yang semakin memengaruhi kehidupan sehari-hari.
"Jika kita ingin menghindari kehilangan rasa kemanusiaan di tengah surga mesin yang menyerang dan mengondisikan kehidupan kita sehari-hari, ada kebutuhan mendesak akan pendidikan dalam penegasan etika," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Leo menilai kekhawatiran mengenai AI bukan sesuatu yang dapat diabaikan. Ia mengatakan peringatan mengenai risiko teknologi tersebut bukan sekadar "berita palsu" yang dibuat untuk memperoleh keuntungan finansial atau kepentingan lainnya.
"Ini adalah masalah yang menurut saya perlu kita duduki dan bicarakan," ujarnya.
Menurut Leo, menutup mata terhadap berbagai risiko yang mungkin muncul dari perkembangan AI bukanlah pendekatan yang bertanggung jawab.
"Untuk sekadar mengatakan 'Oh, itu tidak akan terjadi' dan menutup mata terhadapnya, menurut saya mungkin bukan cara yang paling bertanggung jawab untuk melakukan hal itu," katanya.
Perhatian Leo terhadap AI sejalan dengan meningkatnya perdebatan global mengenai dampak teknologi tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah peneliti dan profesional industri memperingatkan potensi risiko AI, mulai dari penyalahgunaan teknologi hingga dampaknya terhadap kehidupan sosial dan kemampuan manusia mengambil keputusan.
Leo tidak menyerukan penghentian pengembangan AI. Sebaliknya, ia menekankan perlunya dialog dan pendidikan etika agar kemajuan teknologi tetap berada dalam kendali manusia.
"Hal ini perlu kita duduki dan bicarakan," kata Leo, menekankan pentingnya pembahasan mengenai batas dan penggunaan AI secara bertanggung jawab.
Nilai Kemanusiaan
Vatikan dalam beberapa bulan terakhir juga meningkatkan perhatian terhadap tata kelola AI internasional. Isu tersebut dibahas dalam konteks yang lebih luas, termasuk perkembangan teknologi, budaya, seni, serta penggunaan teknologi untuk kepentingan yang berpotensi memengaruhi kehidupan manusia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!