Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional

📅 Jumat, 17 Jul 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional Doc: istimewa
Ket. Kementerian Perindustrian (Kemenperin)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat mengintegrasikan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) olahan singkong ke dalam rantai pasok industri skala besar. Langkah ini sejalan dengan mandat Instruksi Menteri Perindustrian Nomor 2 Tahun 2026 tentang Program Vendor Development guna membuka akses pasar dan menjamin kepastian pasokan pangan nasional.

Kemenperin terus memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) makanan dan minuman melalui seminar dan pendampingan teknis bagi 100 pelaku IKM olahan singkong di Kabupaten Lampung Timur. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan produksi, keamanan pangan, serta pengembangan produk bernilai tambah.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan industri makanan dan minuman tumbuh 7,04 persen pada triwulan I-2026, tertinggi di sektor industri pengolahan nonmigas, dengan kontribusi 7,31 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. Menurutnya, hilirisasi komoditas pangan menjadi langkah penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.

Lampung, yang menyumbang sekitar 51 persen produksi singkong nasional, dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan industri olahan singkong. “Kabupaten Lampung Timur sendiri adalah salah satu penopang utama keberlangsungan industri pengolahan singkong nasional, dengan ekosistem yang telah berkembang, mulai dari petani, Gabungan Kelompok Tani, hingga pelaku IKM olahan singkong,” jelas Faisol Riza.

Dia menambahkan Kemenperin mendukung penuh apabila Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dapat melakukan transformasi industri. Dengan begitu, daerah tersebut tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu mengolah menjadi produk bernilai tambah.

Kemenperin mendorong daerah tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga mengembangkan industri pengolahan melalui penguatan sektor hulu, penerapan teknologi, peningkatan kualitas SDM, serta kemitraan antara IKM dan industri besar melalui Program Vendor Development. Langkah ini diharapkan memperkuat rantai pasok industri pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha.

Tingkatkan Literasi

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita menyatakan program seminar dan pendampingan teknis digelar untuk meningkatkan pemahaman serta kemampuan pelaku IKM olahan singkong dalam menerapkan standar keamanan pangan guna mendukung hilirisasi industri berbasis singkong di Provinsi Lampung.

Kegiatan dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama berupa seminar yang membahas pengembangan IKM, akses pembiayaan, legalitas usaha, kewirausahaan, manajemen usaha, serta berbagi kisah sukses pelaku IKM. Tahap kedua berupa pendampingan teknis bagi 20 pelaku IKM untuk meningkatkan penerapan keamanan pangan dan diversifikasi produk olahan singkong.

“Pendampingan teknis akan dilakukan secara bertahap, diawali pelatihan luring selama tiga hari dan dilanjutkan dua fase pendampingan daring,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Zona Kematian Meluas setela...
Ekonomi
UMKM Lambat Digitalisasi, D...
Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

16 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.