BWS Maluku Lakukan Pompanisasi, Selamatkan 12 Hektare Sawah di SBT dari Kekeringan.
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 07:16 WIB | Oleh: Yebdi TrismarBalai Wilayah Sungai (BWS) Maluku melakukan pompanisasi untuk memasok kebutuhan air bagi sekitar 12 hektare sawah di Daerah Irigasi (D.I.) Wae Samet, Desa Wae Samet Kecamatan Bula Barat Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), yang terancam kekeringan.
Kepala BWS Maluku Ruslan Malik di Ambon, Maluku, Selasa mengatakan pompanisasi dilakukan setelah tim bersama Dinas Pertanian dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sumber Urip melakukan verifikasi terhadap kondisi lahan pertanian yang kekurangan air.
"Survei kekeringan ini atas arahan dan perintah Bapak Dirjen SDA Kementerian PU, dalam antisipasi kekeringan sesuai slogan Cari, Temukan dan Eksekusi, untuk mengatasi kekeringan di daerah," kata dia.
Ia menjelaskan laporan mengenai kondisi kekeringan di D.I. Wae Samet diterima BWS Maluku pada 25 September 2026. Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan pengecekan lapangan dan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian serta P3A Sumber Urip.
Hasil verifikasi menunjukkan sekitar 12 hektare sawah berpotensi mengalami gagal panen akibat keterbatasan pasokan air.
BWS Maluku kemudian mengoperasikan pompa dari sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) untuk mengalirkan air menuju lahan pertanian yang terdampak. Pompa tersebut berada sekitar 1,2 kilometer dari lokasi persawahan dengan debit air sekitar 2,5 liter per detik.
"Untuk sementara penanganan masih berasal dari sumur JIAT karena sumber air sungai yang berada dekat saluran primer dalam kondisi kering," ujar Ruslan.
Pompanisasi untuk lahan sawah tersebut mulai dilakukan pada 27 September 2026. Langkah itu ditempuh untuk menjaga ketersediaan air bagi tanaman sekaligus mengurangi risiko gagal panen akibat kondisi kekeringan.
Tim BWS Maluku pada 28 September 2026 juga mengecek sumber air dari sungai yang berada di sekitar saluran primer. Namun, hasil pengecekan menunjukkan sungai tersebut dalam kondisi kering sehingga belum dapat dimanfaatkan sebagai sumber air untuk irigasi.
Selain memasok air untuk sawah, sumur JIAT tersebut juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air lahan hortikultura seluas sekitar 10 hektare yang saat ini masih dalam proses penggarapan dan selanjutnya akan ditanami.
Ia mengatakan BWS Maluku akan terus memantau kondisi sumber air dan lahan pertanian di wilayah tersebut untuk memastikan penanganan kekeringan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Pemantauan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan air bagi sektor pertanian di tengah kondisi sumber air permukaan yang mengalami penurunan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!