PMA, Kunci Batam Menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera.
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 06:48 WIB | Oleh: Yebdi Trismar
Doc: ist
Batam memiliki peluang menjadi salah satu pusat investasi dan ekonomi baru di Asia dengan memanfaatkan posisi strategisnya yang berdekatan dengan Singapura, berada di jalur pelayaran internasional, serta memiliki berbagai fasilitas investasi.
Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini mengatakan, dalam kondisi daya beli masyarakat yang lemah, kebijakan ekonomi perlu lebih inovatif dan tidak hanya mengandalkan program sosial.
“Dalam situasi seperti ini dimana ada masalah daya beli (konsumsi lemah), kebijakan ekonomi harus inovatif dan terus mencari alternatif. Tidak bisa pemerintah bertahan hanya dengan kebijakan sosial yang ‘inward looking’ dan menghabiskan dana pajak dan apbn secara kurang atau bahkan tidak produktif.”
Menurut Didik, Indonesia perlu memperkuat investasi dan ekspor dengan orientasi ke pasar global. Ia mencontohkan Vietnam yang berhasil mengembangkan ekonomi berorientasi pasar dan mencatat pertumbuhan tinggi.
“Sebaliknya, negara tetangga seperti Vietnam bertransformasi sebagai negara komunis menjelma menjadi negara state capitalism, yang sangat berorientasi kepada pasar, market economy. Ini yang menjadi kunci keberhasilah negara ini mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 7-8 persen.”
“Indonesia tidak akan pernah mencapai tingkat pertumbuhan 7-8 seperti dijanjikan jika menghindari kebijakan investasi dan ekspor, yang bererientasi ke luar. Kuncinya sederhana, tiru vietnam saja, yang sekarang berhasil mendorong perekonomiannya bertumbuh tinggi.”
Peluang dari Perubahan Investasi Global
Didik melihat dinamika geopolitik Timur Tengah dapat mendorong investor melakukan diversifikasi geografis. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk menawarkan alternatif investasi yang aman dan kompetitif.
“Dubai, Abu Dhabi, atau Qatar tidak memang sedang mengalami eksodus investasi besar-besaran. Tetapi gerak investasinya pasti melambat. Peluang alternatif pergeseran investasi karena masalah geopolitik ini sebenarnya bisa menempatkan Indonesia menerima luapan gerak investasi tersebut.”
Ia menilai Batam merupakan salah satu kawasan yang dapat memanfaatkan peluang tersebut karena kedekatannya dengan Singapura dan posisi strategisnya di kawasan Asia.
Batam Menuju “Dubai Kecil”
Didik mengatakan pengembangan Batam sebagai kawasan ekonomi telah dirancang sejak era 1980-an. Menurutnya, Batam memiliki modal geografis dan ekonomi untuk dikembangkan menjadi pusat investasi global.
“Pilih saja fokus kebijakan ke Batam, kawasan ekonomi sudah direncanakan maju mengikuti Singapura sejak tahun 1980-an oleh Prof. Habibie.”
Dengan jumlah penduduk yang kini lebih dari 2 juta jiwa, Didik melihat Batam memiliki peluang untuk berkembang menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!