Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Hujan Mulai Turun, Dispertan Garut Berharap Sawah Kekeringan Kembali Terselamatkan.

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 06:59 WIB | Oleh:
Hujan Mulai Turun, Dispertan Garut Berharap Sawah Kekeringan Kembali Terselamatkan. Doc: Antara Foto
Ket. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian saat meninjau lahan pertanian di Kecamatan Bayongbong, Garut, Jawa Barat.

Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut, Jawa Barat, berharap hujan yang saat ini mulai turun sejak beberapa hari ke belakang bisa menyelamatkan sawah yang dilanda kekeringan dampak kemarau, sehingga petani punya harapan untuk bisa mendapatkan hasil panen.

"Mudah-mudahan ini bisa menjadi penyelamat untuk lahan-lahan kemarin yang mungkin kekurangan air," kata Kepala Dispertan Kabupaten Garut, Ardhy Firdian kepada wartawan di Garut, Selasa.

Ia menuturkan, musim kemarau yang melanda Garut menyebabkan lahan pertanian terutama sawah menjadi kering akibatnya mengganggu pertumbuhan padi.

Adanya hujan yang turun di sejumlah daerah Garut, kata dia, tentunya akan membantu memenuhi kebutuhan air sawah yang akhirnya bisa terselamatkan dari ancaman kekeringan.

"Sementara yang kemarin terancam itu sebagian besar sudah mulai masuk panen. Jadi, sebagian sudah mulai ada terselamatkan," katanya.

Terkait berapa luas lahan yang terselamatkan dari turunnya hujan beberapa hari ini, kata dia, pihaknya perlu melakukan pendataan langsung ke lapangan.

Namun tentunya, kata dia, berdasarkan laporan terakhir lahan yang dilanda kekeringan seluas 588,85 hektare, dan sudah puso sekitar 176,80 hektare lahan sawah.

"Sementara ini kalau untuk kekeringan masih belum ada perkembangan, karena memang sejak satu bulan kemarin terakhir di September itu kan, lahan-lahan yang memang potensi kekeringan sudah tidak ditanami lagi," katanya.

Ia berharap, saat ini sudah mulai memasuki musim hujan agar lahan sawah yang tadinya dilanda kekeringan, terutama yang terancam puso bisa terselamatkan.

"Kita masih memantau perkembangan kondisi di lapangan, karena kita juga belum tahu apakah hujan ini akan terus sampai berapa hari ke depan atau bagaimana, karena itulah kondisinya masih kita pantau."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Dinas ke Singapura dan Malaysia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Ditunggu KPK

Dinas ke Singapura dan Malaysia, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Ditunggu KPK

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.