Wawalkot Tangsel Minta UMKM Manfaatkan Teknologi Tembus Pasar Global
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 16:12 WIB | Oleh: SujarTANGSEL -- Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan meminta pelaku UMKM harus melakukan inovasi, memperluas jaringan dan manfaatkan teknologi agar bisa menembus pasar global seiring dengan perubahan pola bisnis saat ini.
Ia mengatakan sejumlah produk lokal sebenarnya memiliki potensi untuk bersaing, tetapi pelaku usaha masih membutuhkan pendampingan untuk memenuhi standar pasar internasional.
Pasalnya pasar global seperti di Eropa, Jepang dan lainnya memiliki kualifikasi yang sangat ketat, ujar Pilar Saga di Tangerang, Rabu. Sehingga perlu ada pendampingan dari Dinas agar berbagai kebutuhan yang diperlukan bisa dilengkapi.
"Saya meminta kepada Dinas terkait tak hanya berhenti pada kegiatan pelatihan atau forum saja. Pemerintah perlu memetakan kebutuhan, potensi, peluang, sekaligus hambatan yang dihadapi para pelaku usaha. Sehingga produk yang dimiliki bisa diketahui pasar global," ujar dia.
Ia mencontohkan salah satu pelaku industri kecil dan menengah di Taman Tekno yang mampu mengekspor produk bumbu dan rempah hingga sekitar tujuh ton untuk kebutuhan haji pada 2026.
Menurut dia, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa produk dari Tangsel memiliki peluang untuk masuk ke pasar yang lebih besar apabila mendapatkan dukungan dan pendampingan yang tepat.
"UMKM memiliki posisi yang sangat penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Namun, di tengah dunia usaha yang terus berubah, pelaku usaha perlu meningkatkan kapasitas manajerial, melakukan inovasi-inovasi, memperluas akses pasar, memanfaatkan teknologi dan digitalisasi, serta membangun jaringan usaha yang kuat," ujar Pilar.
Selain akses pasar, Pilar juga mengingatkan pelaku usaha agar memperkuat kemampuan dalam mengelola keuangan. Perencanaan bisnis perlu dibuat dalam jangka panjang dengan memperhitungkan arus kas, margin keuntungan, risiko, hingga penyusutan aset.
"Bagaimana margin yang bisa dia dapatkan, bagaimana penyusutan alat. Ini kadang perusahaan-perusahaan kita atau para pelaku usaha kita belum berpikir sampai sana. Dia punya satu mesin, satu mesin industri kecil menengah, tapi dia tidak berpikir tentang penyusutan asetnya," katanya menjelaskan.
Pilar juga meminta pelaku usaha lebih cermat dalam menggunakan pembiayaan. Akses permodalan, termasuk pinjaman, harus disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan bisnis agar tidak menjadi beban di kemudian hari.
Pemkot Tangerang Selatan, lanjutnya, telah memfasilitas pelaku UMKM dengan "Tangerang Selatan Entrepreneur Hub" sebagai bagian dari penguatan ekosistem kewirausahaan.
"Insya-Allah dalam lima tahun, 10 tahun ke depan tumbuh para pengusaha hebat di Kota Tangerang Selatan yang bisa memberi sumbangsih bagi negara, bisa memberi sumbangsih bagi masyarakat, dan juga bisa membanggakan kita semua," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!