Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI Diminta Sigap dan Mengantisipasi dari Awal Pelemahan Rupiah

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 03:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
BI Diminta Sigap dan Mengantisipasi dari Awal Pelemahan Rupiah Doc: koran jakarta /ones
Ket. Sumber: Bank Indonesia

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diminta tidak mengulang kesalahan dengan telat mengantisipasi lebih awal ketika tuntutan investor yang menginginkan imbal hasil yang meningkat seiring dengan sinyal kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat, Fed Fund Rate (FFR) serta inflasi global yang cenderung naik.

Pakar ekonomi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Dian Anita Nuswantara, mengatakan, BI perlu mengantisipasi lebih awal atas potensi pelemahan nilai tukar rupiah, terutama jika tekanan inflasi global dan kebijakan moneter The Fed kembali mendorong penguatan dollar AS.

“Jangan sampai telat mengantisipasi karena saat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed makin tinggi, sementara harga komoditas dan energi global juga meningkat, tekanan ke rupiah bisa semakin besar. Kalau tidak sejak awal, ada risiko capital outflow yang kemudian memperbesar tekanan terhadap nilai tukar,” kata Dian.

BI katanya harus mengoptimalkan semua instrumen moneter yang dimiliki termasuk intervensi pasar valuta asing, penguatan instrumen lindung nilai, serta kebijakan untuk menjaga daya tarik aset domestik yang dapat menjadi bagian dari langkah antisipasi.

BI sendiri pada September 2026 memilih mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen dan meningkatkan insentif lindung nilai untuk mendukung stabilitas rupiah serta menarik modal asing.

“Artinya, ruang kebijakannya cukup luas. Tetapi timing menjadi penting. Jangan menunggu tekanan lebih dalam barumerespons, kadangkala malah respons dibaca pasar sebagai kepanikan, ketika dalam waktu kurang dari sebulan, bisa dua sampai tiga kali melakukan penyesuaian suku bunga,” katanya.

Langkah pre-emptive dinilai akan lebih baik daripada harus melakukan pengetatan secara agresif ketika tekanan sudah terlanjur besar. “Pesan utamanya memang bukan harus agresif menaikkan, tapi harus lebih cepat membaca risiko,” kata Dian.

Hari ini, rupiah terus tertekan dan sempat di perdagangkan pada level 18.020 per dollar AS meski di tutup 17.998 di sesi akhir perdagangan.

Sudah Teruji

Di kesempatan lain, Chief Economist HSBC Asia, Frederic Neumann mengatakan Indonesia pada dasarnya sudah terbiasa dengan tingkat suku bunga yang tinggi, sehingga telah teruji dan memahami dengan baik cara mengelola risiko bunga tersebut. Sektor korporasi bahkan telah memahami cara menghadapi tingkat suku bunga yang lebih tinggi.

Di sisi lain, Pemerintah tergolong relatif konservatif selama bertahun-tahun dalam mengelola utang dan defisit anggaran.

Neumann memperkirakan BI hanya perlu menaikkan suku bunga acuan satu kali lagi. Bahkan jika Federal Reserve menaikkan suku bunga lebih tinggi, Indonesia sebenarnya tidak membutuhkan pengetatan moneter lebih lanjut.

Sementara itu, Manajer Riset Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra), Badiul Hadi mengatakan tekanan rupiah berlangsung ketika imbal hasil US Treasury meningkat hingga 5,27 persen dan harga minyak naik, sehingga daya tarik dollar semakin kuat.

Di sisi lain, sinyal kuat The Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga dan potensi inflasi global akibat kenaikan harga komoditas perlu diantisipasi lebih awal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Pengguna Transportasi Umum ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

Hasil Liga Champions: PSG Kokoh di Puncak Klasemen Usai Hancurkan Barcelona 4-2

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.