Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Visa Ditolak AS, Presiden Sudan Absen Hadiri Sidang PBB

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 16:08 WIB | Oleh:
Visa Ditolak AS, Presiden Sudan Absen Hadiri Sidang PBB Doc: AFP
Ket. Abdel Fattah al-Burhan

BEIRUT - Menteri Luar Negeri Sudan Mohieldin Salem menyatakan penolakan Amerika Serikat (AS) untuk menerbitkan visa bagi Ketua Dewan Kedaulatan Transisi Sudan Abdel Fattah al-Burhan untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB bertentangan dengan norma-norma internasional.

Ia juga menganggap penolakan terhadap kehadiran pemimpin Sudan itu melanggar Perjanjian Markas Besar PBB.

Berdasarkan informasi pada laman resmi organisasi internasional tersebut, kesepakatan itu ditandatangani oleh pemerintah AS serta PBB pada 26 Juni 1947.

Perjanjian itu mewajibkan AS untuk memberikan visa secara gratis dan sesegera mungkin bagi perwakilan negara anggota maupun pejabat PBB atau badan-badan khusus yang diakui oleh PBB beserta keluarga mereka.

"Penolakan visa bagi Abdel Fattah al-Burhan, selaku Ketua Dewan Kedaulatan Transisi, untuk menghadiri sesi Majelis Umum merupakan bentuk pelanggaran terhadap hukum dan perjanjian internasional," tegas Salem dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York.

Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dibuka pada 8 September 2026, dengan rangkaian debat umum yang berlangsung pada 22-28 September.

Dalam pernyataan yang dirilis Kementerian Luar Negeri Sudan pada Senin (28/9), Salem juga menyoroti urgensi untuk mengakhiri campur tangan pihak asing maupun pasokan senjata kepada kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

Ia pun menyerukan agar kelompok pemberontak tersebut segera dilucuti senjatanya.

Ia menegaskan bahwa Sudan selalu terbuka terhadap berbagai inisiatif konstruktif yang bertujuan untuk mengakhiri peperangan serta mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Konflik antara RSF dan Angkatan Bersenjata Sudan terjadi sejak musim semi 2023. Militer Sudan berhasil merebut kembali ibu kota Khartoum pada 2025.

Namun, kelompok pemberontak justru mengintensifkan serangannya di wilayah selatan dan barat negara itu, khususnya di wilayah Darfur dan Kordofan. Mereka bahkan mengumumkan pembentukan pemerintahan sendiri di berbagai daerah yang berada di bawah kendali mereka pada April 2025.

Hingga kini, kedua pihak terus saling tuduh terkait terbunuhnya warga sipil dalam konflik bersenjata tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.