Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Ulang Pola Fiskal Lama dengan Memperbesar Belanja Rutin dan Konsumsi

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 03:05 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jangan Ulang Pola Fiskal Lama dengan Memperbesar Belanja Rutin dan Konsumsi Doc: afp
Ket. APBN 2027 - Alokasi anggaran harus difokuskan untuk belanja-belanja yang punya multiplier effect yang lebih luas dalam masyarakat dan sifatnya harus jangka panjang.

JAKARTA - Pemerintah dalam mendesain kebijakan fiskal agar tidak mengulang pola lama dengan memperbesar porsi belanja rutin dan program konsumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang juga Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti mengatakan tambahan belanja dalam APBN 2027 harus menjadi momentum memperbaiki kualitas fiskal.

“Kalau ingin fiskal menguat maka alokasi belanja modal harus lebih besar daripada belanja rutin,” kata Esther.

Prioritas belanja sebut Esther harus digeser dari konsumsi ke pembiayaan yang mendorong investasi dan ekspor.

“Prioritaskan program untuk dorong investasi dan ekspor, kurangi program konsumsi. Pertumbuhan ekonomi yang didorong konsumsi tidak berlangsung lama. Kalo didorong investasi dan ekspor lebih sustain,” tegasnya.

Esther mengingatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021-2025 hanya berkisar 4,8 persen, sehingga target 8 persen pemerintahan Prabowo membutuhkan extra effort dan sumber pertumbuhan baru, tidak hanya konvensional.

“Di saat yang sama pemerintah juga harus mendorong pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya untuk program prioritas yang sudah ada sekarang, tetapi lebih condong untuk mendorong investasi, dan mendorong ekspor,” kata Esther.

“Alokasi anggaran harus difokuskan untuk belanja-belanja yang punya multiplier effect yang lebih luas dalam masyarakat dan sifatnya harus jangka panjang,” ujarnya.

Ia pun menilai Indonesia sudah terlalu lama bergantung pada konsumsi rumah tangga yang porsinya 53-58 persen terhadap PDB, sementara investasi dan ekspor hanya belasan persen.

Program Prioritas

Pemerintah dan DPR RI sendiri dikabarkan telah menyepakati kenaikan belanja negara dalam APBN 2027 sebesar 9,07 triliun rupiah menjadi 4.106,26 triliun dari sebelumnya 4.097,19 triliun rupiah.

Secara rinci, belanja negara terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar 3.371,26 triliun rupiah dan transfer ke daerah (TKD) sebesar 735 triliun rupiah.

“Bertambahnya belanja negara untuk menopang berbagai program kerja prioritas nasional,” kata Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah di Jakarta, Selasa.

Said memastikan kenaikan target pendapatan dan belanja negara tidak mengubah target defisit APBN 2027 yang dipertahankan sebesar 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.