Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendag Budi Santoso Hadiri G20 TMM di AS, Bawa Misi Kepentingan Perdagangan Nasional

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 08:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mendag Budi Santoso Hadiri G20 TMM di AS, Bawa Misi Kepentingan Perdagangan Nasional Doc: Kemendag
Ket. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menghadiri Campuspreneur yang berlangsung di BINUS University, Tangerang, Banten, Jumat (25/9/2026).

JEMBRANA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menghadiri Pertemuan Para Menteri G20 (G20 TMM) pada 30 September-1 Oktober 2026 di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat untuk menyuarakan kepentingan perdagangan Indonesia dan mendukung sistem perdagangan multilateral.

G20 TMM kali ini menjadi forum strategis bagi para menteri perdagangan negara-negara anggota kelompok 20 (G20) untuk membahas agenda prioritas perdagangan di bawah Presidensi G20 AS pada 2026.

"Partisipasi Indonesia dalam G20 TMM adalah momentum untuk menyuarakan kepentingan perdagangan nasional. Selain itu, Indonesia terus menyuarakan dukungan terhadap sistem perdagangan multilateral yang adil, terbuka, dan berbasis aturan," ujar Budi sebagaimana dikutip di Jembrana, Bali, Selasa (29/9).

Ia menambahkan, Indonesia juga berkomitmen untuk memastikan setiap inisiatif G20 sejalan dengan ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Budi diagendakan untuk menyampaikan pandangan Indonesia dalam empat sesi pertemuan G20 TMM.

Keempatnya, yaitu penggunaan pangan sebagai senjata melalui tindakan perdagangan koersif, kelebihan kapasitas dan produksi struktural, prinsip Most Favored Nation (MFN), serta penghapusan kerja paksa dalam rantai pasok global.

Menurutnya, kesepakatan di forum G20 ikut menentukan aturan main perdagangan global dan turut berpengaruh terhadap ekspor produk Indonesia.

"Oleh karena itu, Indonesia hadir dan bersuara untuk memastikan setiap komitmen yang disepakati tetap adil, sejalan dengan ketentuan WTO, dan memberi kepastian bagi pelaku usaha Indonesia untuk terus memperluas pasar ekspor," katanya.

Di sela-sela rangkaian G20 TMM, Budi dijadwalkan bertemu dengan komunitas Business 20 (B20) di bawah naungan Kamar Dagang AS dan menghadiri sejumlah pertemuan bilateral Indonesia dengan negara-negara mitra dagang.

Budi juga akan bertemu dengan Konsul Jenderal RI di Chicago untuk membahas penguatan promosi dan akses pasar produk Indonesia di AS.

Presidensi G20 AS pada 2026 mengusung tema "Unleashing Economic Prosperity by Limiting the Burdens of Regulations, Unlocking Affordable Energy Options, and Pioneering New Tech and
Innovation
".

Pada jalur perdagangan, Presidensi AS telah menyelenggarakan rangkaian pertemuan Kelompok Kerja Perdagangan (Trade Working Group/TWG) sejak Januari 2026 untuk membahas empat agenda prioritas yang akan dibahas di tingkat menteri dalam G20 TMM.

G20 merupakan forum kerja sama ekonomi internasional yang terdiri atas negara-negara maju dan berkembang. G20 beranggotakan 19 negara, yaitu Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea Selatan, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris, dan AS. Sementara itu, terdapat dua organisasi regional anggota G20, yaitu Uni Eropa dan Uni Afrika.

Secara kolektif, G20 mewakili sekitar 88,5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia, 75,9 persen perdagangan barang global, serta 78,7 persen populasi dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Tangerang Perkuat Transpara...

Pasar Tengah Buruk, Pemprov Tunda IPO

22 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Pasar Tengah Buruk, Pemprov...

Jaga Persatuan dan Kerukunan lewat Keberagaman

26 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jaga Persatuan dan Kerukuna...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
IMF Khawatirkan Fragmentasi...
Nasional
Perkembangan AI Terlalu Cep...
Megapolitan
Aparat Perketat Gerakan Pel...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.