Pengamat Transportasi: Penetapan Tersangka ke Masinis KA Argo Bromo Harus Komprehensif karena Kecelakaan Dipengaruhi Banyak Faktor
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 15:20 WIB | Oleh: SriyonoPURWOKERTO - Pengamat transportasi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Probo Hardini mengatakan penetapan masinis Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek sebagai tersangka perlu diikuti pengusutan secara komprehensif terhadap seluruh faktor yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.
“Kalau kecelakaan itu faktornya banyak. Kalau di kereta ada persinyalan, perilaku masinis, prasarana, kemudian juga banyak hal lainnya. Jadi memang harus dilihat secara komprehensif,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (30/9).
Dalam hal ini, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya pada Selasa (29/9) menetapkan masinis KA Argo Bromo Anggrek berinisial AN (37) sebagai tersangka terkait kecelakaan dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 yang menewaskan 16 orang.
Menurut Probo, kecelakaan transportasi tidak selalu disebabkan oleh satu faktor, tetapi dapat terjadi akibat kombinasi sejumlah faktor yang saling berkaitan dalam suatu sistem.
“Error itu bisa terjadi karena salah satu faktor, atau error terjadi karena kombinasi antara beberapa faktor yang memengaruhi. Karena ini sistem, ketika kita bicara transportasi, tidak hanya bisa dilihat secara sempit pada satu titik,” katanya.
Dia mengatakan sistem perkeretaapian melibatkan berbagai komponen, mulai dari sarana dan prasarana, jalur, persinyalan, pengaturan perjalanan kereta, hingga perilaku personel yang menjalankan operasional.
Oleh karena itu, kata dia, penetapan tersangka terhadap masinis perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses penegakan hukum yang tetap harus melihat keseluruhan rangkaian peristiwa.
Dia mencontohkan pengoperasian kereta api telah mempertimbangkan persinyalan dan pengaturan kecepatan sesuai karakteristik kereta serta kondisi jalur.
“Ketika kita ngomong kereta itu ada sinyal, ada pengaturan kereta itu bisa berjalan dengan kecepatan berapa. Itu ada yang mengatur dalam satu sistem operasi secara keseluruhan,” katanya.
Menurut dia, karakteristik kereta api juga membuat aspek pengereman menjadi bagian penting yang perlu dikaji karena kereta tidak dapat berhenti secara mendadak seperti kendaraan di jalan raya.
“Kereta tidak mungkin mengerem secara mendadak karena menyangkut keselamatan penumpang. Karakteristik kereta itu juga harus dipertimbangkan,” kata dosen Fakultas Teknik Unsoed itu.
Dia mengatakan pengusutan juga perlu memperhatikan keterkaitan antara jalur kereta api, jaringan transportasi, serta aspek lain yang dapat memengaruhi perjalanan kereta.
Meskipun belum mempelajari secara mendetail seluruh bukti dalam kasus kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek tersebut, dia menilai pemeriksaan berbagai komponen diperlukan sebelum menentukan faktor penyebab utama.
“Memang harus sangat teliti untuk menentukan bahwa ini adalah penyebab utama. Bisa saja terjadi karena satu hal, kemudian beruntun ke semuanya,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!