Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Proyek Energi Terbarukan Tiongkok Bantu Warga Pedesaan Lewati Musim Dingin dengan Hangat

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 22:33 WIB | Oleh:
Proyek Energi Terbarukan Tiongkok Bantu Warga Pedesaan Lewati Musim Dingin dengan Hangat Doc: SCMP

SHENYANG - Saat terbangun di rumahnya di Desa Hongchang, Kota Zhuanghe, Provinsi Liaoning, Tiongkok timur laut, Zhuang Derong (76) akhirnya dapat mengucapkan selamat tinggal pada tungku pembakaran batu bara yang telah dia andalkan selama puluhan tahun.

Dahulu, Zhuang harus bangun sebelum fajar pada musim dingin untuk membersihkan dan menyalakan tungkunya agar mendapatkan kehangatan. Tahun ini, dengan pompa panas sumber udara (air-source heat pump) yang baru dipasang, dia terbebas dari rutinitas yang melelahkan dan penuh asap tersebut.

Bagi banyak rumah tangga pedesaan di Tiongkok utara, pembakaran batu bara telah lama menjadi cara utama untuk menjaga kehangatan pada musim dingin. Namun, cara itu juga menyebabkan polusi udara yang parah dan kerap menimbulkan bahaya keselamatan, seperti keracunan karbon monoksida.

Dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok mempromosikan metode pemanasan yang lebih bersih, aman, dan efisien dari segi biaya melalui teknologi seperti pompa panas sumber udara, pemanasan biomassa, dan tenaga surya, yang membuat langit menjadi lebih bersih dan rumah menjadi lebih hangat di wilayah pedesaannya yang luas.

Zhuang mengatakan bahwa pompa panas barunya tidak hanya lebih efisien, tetapi juga jauh lebih aman daripada tungku batu bara lamanya. Ditenagai oleh listrik, pompa panas ini menyerap energi panas dari udara luar dan melepaskannya ke dalam ruangan, menghilangkan risiko yang berkaitan dengan pembakaran batu bara yang tidak sempurna.

Di Liaoning, penduduk desa yang beralih dari pemanasan batu bara ke pemanasan listrik dapat menikmati potongan tarif listrik. "Pemanasan listrik akan menghemat lebih dari 300 yuan dibandingkan dengan pembakaran batu bara pada musim dingin kali ini," kata Wang Yongchun, seorang warga dari Desa Maokui di Kota Zhuanghe yang mulai menggunakan pemanasan listrik tahun ini.

Menurut perusahaan penyedia listrik setempat, lebih dari 1.130 rumah tangga di Zhuanghe telah terhubung ke sistem pemanasan listrik sejauh ini pada 2025, dengan jumlah yang terus meningkat.

Para penduduk pedesaan lain di provinsi tersebut juga menikmati manfaat dari pemanasan bersih. Qi Shuhua, seorang warga lokal dari Wilayah Otonom Etnis Mongolia Fuxin, mengatakan keluarganya kini menikmati kenyamanan yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah setelah beralih ke sistem pemanasan terpusat.

Alih-alih menggunakan batu bara, sistem itu beroperasi dengan jaringan pemanasan biomassa yang melayani empat kota kecil di sekitarnya, menggunakan batang jagung, yang dahulu dianggap sebagai limbah pertanian, sebagai bahan bakar. Menurut Qi, sistem ini menjaga suhu rumah bungalo empat kamarnya di atas 20 derajat Celsius sepanjang hari sembari menghemat ratusan yuan pada musim dingin setiap tahunnya.

Di wilayah Guantao, Provinsi Hebei, Tiongkok utara, sekitar 1,2 juta meter jalur pipa tertanam di bawah danau taman yang tenang. Pipa-pipa ini menyimpan panas matahari di sebuah fasilitas bawah air, menyediakan pemanasan bagi lebih dari 20.000 penduduk setempat pada musim dingin.

Didorong oleh kebijakan yang mendukung dan kemajuan teknologi, tingkat pemanasan bersih di daerah pedesaan di Tiongkok utara telah mencatatkan peningkatan signifikan.

Menurut sebuah buku putih yang dirilis oleh Kantor Informasi Dewan Negara China pekan lalu, hingga akhir 2024, lebih dari 40 juta rumah tangga pedesaan di Tiongkok utara telah merampungkan penyempurnaan sistem pemanasan bersih, yang meningkatkan persentase pemanasan bersih ke angka 83 persen, hampir 20 poin persentase lebih tinggi dibandingkan pada 2020.

Penurunan konsumsi batu bara berkontribusi terhadap kembalinya langit biru di sebagian besar wilayah China utara. Data menunjukkan bahwa konsentrasi PM 2.5 di area Beijing-Tianjin-Hebei telah turun sekitar 40 persen dibandingkan dengan satu dekade yang lalu, dengan kualitas udara yang meningkat secara signifikan.

Di Provinsi Qinghai, Tiongkok barat laut, "rumah bertenaga surya" yang dilengkapi dengan panel fotovoltaik dan sistem mikrogrid pintar menyediakan listrik yang stabil dan mandiri bagi warga Desa Tu'ergan, wilayah Huangyuan.

"Saya tidak pernah menyangka rumah bisa menghasilkan listrik sendiri," ujar warga desa bernama Yang Qinxiu (46). "Sekarang kamar kami hangat, dan kebutuhan listrik harian kami terpenuhi."

Qinghai, yang dikenal dengan musim dinginnya yang panjang dan menusuk, juga diberkahi dengan sinar matahari yang melimpah. Provinsi ini gencar mengembangkan tenaga surya dan angin untuk menyediakan "listrik hijau", yang telah memberi manfaat bagi lebih dari 1 juta penduduk selama lima tahun terakhir.

Yang Fuqiang, seorang peneliti dari Institut Energi Universitas Peking, menyebutkan bahwa meskipun kampanye pemanasan bersih telah mencapai hasil yang luar biasa, beberapa wilayah masih menghadapi tantangan akibat iklim yang keras dan infrastruktur yang kurang berkembang.

Namun upaya-upaya yang tersebar di wilayah pedesaan ini menandai langkah solid dalam upaya Tiongkok untuk mencapai target iklim yang lebih luas, di saat negara itu bertekad untuk mencapai puncak emisi karbon pada 2030 dan mencapai netralitas karbon pada 2060.

Untuk mencapai target tersebut, negara itu terus mendorong pemerintah daerah untuk mengeksplorasi model-model pemanasan bersih baru, memperkuat infrastruktur, dan mendorong teknologi-teknologi yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.