Hanya untuk Sipil, Turki Pastikan Selat Bosphorus Bersih dari Kapal Perang
📅 Selasa, 11 Agu 2026, 16:42 WIB | Oleh: Deri HenriawanANKARA - Turki tidak akan mengizinkan kapal perang melintasi selat-selatnya, meskipun ada laporan media soal tekanan dari negara-negara NATO yang berupaya memperluas akses kapal militer ke Laut Hitam, kata seorang sumber di Pemerintah Turki kepada RIA Novosti.
Awal Agustus lalu, surat kabar Turki melaporkan Ankara mendapat tekanan dari sejumlah negara anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk mewujudkan pelintasan kapal perang yang lebih bebas melalui Selat Bosphorus dan Selat Dardanelles di tengah ketegangan yang sedang berlangsung di Laut Hitam.
Isu terkait akses kapal militer kini semakin mendesak akibat situasi seputar konflik di Ukraina dan risiko yang mengancam pelayaran, demikian dilaporkan surat kabar tersebut.
"Kapal perang tidak diizinkan melintasi selat-selat Turki. Ankara secara cermat memantau kepatuhan terhadap Konvensi Montreux dan tidak memperbolehkan adanya upaya untuk menghindarinya. Turki terus mematuhi secara ketat kewajiban internasional yang mengatur pelintasan kapal militer melalui selat-selat tersebut," kata sumber tersebut.
Konvensi Montreux adalah perjanjian internasional tahun 1936 yang memberi Turki hak kendali penuh untuk mengatur lalu lintas maritim, kapal dagang, dan kapal perang melewati Selat Dardanella dan Selat Bosphorus, yang menghubungkan Laut Hitam dan Laut Mediterania.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perjanjian tersebut mengamanatkan Turki memiliki hak dan kewenangan untuk membuka dan menutup akses pelayaran bagi kapal-kapal yang melintasi wilayah Selat Bosphorus.
Sementara itu, Selat Dardanella dan Selat Bosphorus adalah dua jalur perairan sempit di Turki yang memisahkan daratan Eropa dan Asia.
Kedua selat itu saling terhubung melalui Laut Marmara dan membentuk satu sistem jalur laut vital bernama Selat Turkiye hingga menghubungkan Laut Hitam dengan Laut Mediterania.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selat Bosphorus terletak di bagian utara, menghubungkan Laut Hitam dan Laut Marmara, serta membelah kota Istanbul (dulu disebut Konstantinopel dan Bizantium sebelum nama Istanbul secara resmi digunakan pada tahun 1930.
Selat Dardanella terletak di bagian selatan yang menghubungkan Laut Marmara dan Laut Aegea/Mediterania.
Selat Bosphorus dan Selat Dardanella mengapit Laut Marmara di bagian tengah.
Kapal yang berlayar dari Laut Hitam harus melewati Selat Bosphorus, kemudian melintasi Laut Marmara dan Selat Dardanella untuk sampai ke Laut Mediterania.
Kedua selat itu dikendalikan oleh kedaulatan Turkiye dan menjadi jalur logistik serta militer internasional yang sangat penting, terutama bagi akses kapal dari negara-negara di sekitar Laut Hitam menuju lautan bebas. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!