Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Krisis Kemanusiaan Sudan Masuk Fase Paling Kritis

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 16:28 WIB | Oleh:
Krisis Kemanusiaan Sudan Masuk Fase Paling Kritis Doc: AFP/AMAURY FALT-BROWN

JENEWA - Konflik yang berkelanjutan, pengungsian, dan kekurangan dana terus memperdalam kebutuhan kemanusiaan di seluruh Sudan, demikian peringatan para pekerja kemanusiaan PBB pada Senin (10/8) sebagaimana warta Xinhua.

Di Negara Bagian Kordofan Utara, ketidakamanan di sekitar ibu kotanya, El Obeid, terus membahayakan warga sipil, mendorong pengungsian dan meningkatkan kebutuhan kemanusiaan, seperti disampaikan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Terlepas dari situasi keamanan yang menantang di sekitar ibu kota negara bagian tersebut, PBB dan para mitranya terus menjangkau masyarakat di El Obeid dengan bantuan. Para pekerja bantuan menyediakan sekitar 2 juta liter air minum bersih kepada sekitar 133.000 orang di tengah kekurangan air yang parah di kota itu, kata OCHA.

Di Negara Bagian Darfur Barat, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan bahwa pertempuran di wilayah Sirba telah menyebabkan sekitar 18.000 orang dari 20 lebih desa mengungsi sejak pekan lalu. Sebagian besar dilaporkan telah melarikan diri melintasi perbatasan menuju Chad.

Di Negara Bagian Darfur Tengah, penutupan tiga fasilitas kesehatan baru-baru ini akibat kekurangan dana telah menyebabkan sekitar 75.000 pengungsi tidak memiliki akses yang memadai terhadap layanan kesehatan penting, ungkap OCHA.

Kantor tersebut menyerukan pendanaan tambahan dari para donatur untuk permohonan bantuan kemanusiaan tahun ini bagi Sudan, yang baru didanai sekitar 41 persen, dengan 1,2 miliar dollar AS telah diterima dari 2,9 miliar dollar AS yang dibutuhkan.

OCHA menyerukan kepada semua pihak untuk melindungi warga sipil dan memfasilitasi akses kemanusiaan yang cepat, aman, tanpa hambatan dan berkelanjutan.

Farhan Haq, wakil juru bicara sekretaris jenderal PBB, mengatakan dalam sebuah konferensi pers rutin bahwa Utusan Pribadi Sekjen PBB untuk Sudan Pekka Haavisto telah mengadakan pertemuan dengan kedua pihak yang bertikai dalam perang saudara tersebut, yakni Angkatan Bersenjata Sudan dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF), dalam upaya untuk bekerja sama dengan mereka guna menghentikan pertikaian dan mencapai kemajuan dalam negosiasi antara kedua pihak.

Haq menambahkan bahwa pertemuan Haavisto turut melibatkan mitra-mitra regional badan dunia itu, seperti Uni Afrika, Liga Negara-Negara Arab dan Otoritas Antarpemerintah untuk Pembangunan. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
Luar Negeri
Efek El Nino, Banjir Bandan...
Luar Negeri
Afrika Selatan Potong Pajak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.