Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

46.160 Peserta Mulai MagangHub Angkatan II Batch 1, Kemnaker Ungkap Tujuannya.

25 Selasa, 11 Agu 2026, 18:40 WIB | Oleh:
46.160 Peserta Mulai MagangHub Angkatan II Batch 1, Kemnaker Ungkap Tujuannya. 46.160 Peserta Mulai MagangHub Angkatan II Batch 1, Kemnaker Ungkap Tujuannya. Doc: Humas Kemnaker.
Ket. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, program pemagangan memberikan kesempatan kepada talenta muda untuk memperoleh pengalaman kerja, pendampingan mentor, serta penguatan kompetensi dan budaya kerja profesional.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi memulai Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Lulusan Perguruan Tinggi Angkatan II Batch 1 Tahun 2026. Sebanyak 46.160 peserta dinyatakan lolos seleksi dan mulai mengikuti pemagangan selama enam bulan sejak 10 Agustus 2026.

Program ini merupakan bagian dari paket kebijakan stimulus ekonomi Tahun 2026 yang dirancang Pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk lulusan pendidikan profesi, menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja langsung dan pembelajaran di tempat kerja.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, program pemagangan memberikan kesempatan kepada talenta muda untuk memperoleh pengalaman kerja, pendampingan mentor, serta penguatan kompetensi dan budaya kerja profesional.

“Program pemagangan ini merupakan ikhtiar Pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk pendidikan profesi menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja nyata, pendampingan mentor, serta penguatan kompetensi dan budaya kerja. Kualitas pelaksanaan harus menjadi perhatian utama. Penyelenggara wajib memberikan pekerjaan yang relevan, mentor yang aktif, pembelajar an yang terarah, dan evaluasi yang konsisten,” tegas Menaker.

Menaker menyampaikan hal tersebut dalam Kick Off dan Orientasi Program MagangHub Angkatan II Batch 1 di Kantor Kemnaker, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Menaker menekankan, pemagangan harus menjadi ruang pembentukan kompetensi dan profesionalisme, bukan sekadar pemenuhan administratif.

Pada Angkatan II Batch 1, sebanyak 3.672 penyelenggara berpartisipasi, terdiri atas 1.830 perusahaan dan 1.842 kementerian/lembaga. Para penyelenggara tersebut membuka 28.455 lowongan pemagangan dengan total 54.304 kuota peserta, yang terdiri atas 31.251 kuota pada perusahaan dan 23.053 kuota pada kementerian/lembaga.

Program Pemagangan Nasional 2026 mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Secara keseluruhan, tercatat 732.483 pendaftar, dengan 244.982 pendaftar dinyatakan memenuhi syarat (eligible). Dari jumlah tersebut, 226.719 calon peserta mengajukan lebih dari 547 ribu lamaran ke berbagai lowongan pemagangan.

Setelah melalui rangkaian proses seleksi, sebanyak 225.920 pelamar masuk dalam tahapan rekrutmen peserta. Dari jumlah tersebut, 48.088 pelamar dinyatakan dapat diproses lebih lanjut. Selanjutnya, 46.402 calon peserta diusulkan untuk ditetapkan sebagai peserta.

Setelah melalui verifikasi dan seleksi tingkat nasional, sebanyak 46.160 peserta dinyatakan lolos dan ditetapkan sebagai peserta Angkatan II Batch 1, sementara 242 calon peserta tidak dapat ditetapkan karena tidak memenuhi persyaratan pada verifikasi akhir.

“Capaian ini menunjukkan kuatnya kolaborasi Pemerintah dan dunia usaha dalam membuka ruang pembelajaran kerja yang relevan bagi talenta muda Indonesia. Kepada para peserta, manfaatkan kesempatan ini dengan disiplin, integritas, dan kesungguhan. Jadikan enam bulan pemagangan sebagai pijakan untuk membuktikan kemampuan, memperluas jejaring, dan membangun reputasi profesional,” pesan Menaker.

Seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai jadwal, mulai dari pendaftaran penyelenggara pada 29 Juni–15 Juli 2026, pendaftaran peserta pada 16–28 Juli 2026, pengumuman hasil seleksi pada 7 Agustus 2026, hingga dimulainya pemagangan pada 10 Agustus 2026.

Menaker menegaskan, setelah program dimulai, Kemnaker akan berfokus pada pemantauan kualitas pelaksanaan, khususnya pendampingan dan evaluasi peserta selama mengikuti pemagangan.

"Kementerian Ketenagakerjaan akan terus memantau efektivitas pembimbingan oleh mentor, kesesuaian tugas yang diberikan, serta memastikan program pemagangan ini dapat menjadi talent pipeline bagi instansi dan perusahaan penyelenggara,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Kabar Gembira, Pemprov DKI ...

Jangan Lengah saat Nonton Konser! Polisi Amankan Dua Copet

52 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Megapolitan
Jangan Lengah saat Nonton K...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

KP3 ABAS Deklarasikan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan

25 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.