Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes: Wabah ISPA Ancam Dua Kota di Provinsi Banten

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 19:30 WIB | Oleh:
Dinkes: Wabah ISPA Ancam Dua Kota di Provinsi Banten Doc: Humas Pemkot Tangerang
Ket. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Angraini

TANGERANG - Wabah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengancam dua kota diwilayah Provinsi Banten. Pertama Kota Tangerang dan kedua Kota Tangerang Selatan (Tangsel)

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes Tangsel), Alin Hendalin Mahdaniar, mengaku pihaknya mencatat lonjakan kasus ISPA selama musim kemarau. Tren kasus terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Data menunjukkan, pada pekan ke-27 tercatat 3.028 kasus, lalu melonjak ke 4.316 kasus di pekan ke-28. Meski sempat turun ke 3.832 kasus di pekan ke-29, jumlahnya kembali naik ke 4.591 kasus di pekan ke-30.

Hingga pekan ke-30 2026, total kumulatif penderita ISPA di Tangsel mencapai 124.688 kasus. "Kasus mingguan itu berdasarkan pantauan melalui SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons, Red) ISPA ada kenaikan," ujar dia pada Senin (10/8).

Alin menjelaskan paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapat menyebabkan dehidrasi. Tak hanya itu, kelelahan panas (heat exhaustion), hingga heat stroke yang tergolong darurat medis, dapat dirasakan.

"Sejumlah gejala yang perlu diwaspadai, antara lain keringat berlebih, kulit terasa panas dan kering, jantung berdebar atau denyut nadi lebih cepat, kulit pucat, kram pada kaki maupun perut, dan lainnya," kata Alin.

Dinkes Tangsel juga memperkuat pemantauan penyakit lain seperti diare akut dan DBD melalui SKDR. "Kami terus memperkuat kewaspadaan melalui SKDR untuk memantau potensi peningkatan penyakit akibat cuaca panas dan musim kemarau, seperti diare akut, dan DBD," ucap dia.

Alin mengimbau masyarakat waspada dan menerapkan langkah pencegahan. Jika gejala akibat cuaca panas tak kunjung membaik, ia meminta warga segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Terpisah, Kepala Dinkes Kota Tangerang, Dini Anggraeni, juga mengimbau masyarakat menjaga kesehatan selama memasuki musim kemarau. Warga diminta memperhatikan asupan cairan dan melindungi diri dari paparan cuaca panas.

Dini mengatakan masyarakat harus memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi. Terlebih, kondisi cuaca yang terik dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.

“Kalau yang namanya musim kemarau pasti perlu cairan, jadi enggak boleh sampai dehidrasi. Jangan lupa banyak minum air putih karena ISPA mengintai,” kata Dini.

Selain menjaga asupan cairan, masyarakat juga diminta melindungi diri ketika beraktivitas diluar ruangan. Penggunaan topi, sunscreen dan perlindungan lainnya diperlukan untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari.

Menurut Dini, salah satu penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat selama musim kemarau adalah ISPA. Selain penyakit menular tersebut, penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes juga tetap perlu diperhatikan. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Capaian realisasi investasi nasional

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

25 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.