Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stimulus ke Dunia Usaha Harus yang Memberi Nilai Tambah

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 03:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Stimulus ke Dunia Usaha Harus yang Memberi Nilai Tambah Doc: antara
Ket. Insentif Fiskal - Harus Ada Upskilling Tenaga Kerja Guna Selaraskan dengan Kebutuhan Industri Modern saat Ini

JAKARTA - Upaya Pemerintah memberi stimulus diharapkan tidak hanya sekedar untuk menciptakan lapangan kerja yang padat karya, tetapi harus berkualitas yakni terciptanya lapangan kerja yang memiliki nilai tambah. 

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai pemberian stimulus dari pemerintah kepada dunia industri berpeluang membuka lapangan kerja formal, utamanya di sektor padat karya.

“Pemerintah juga semestinya menstimulus sektor swasta, karena tidak mungkin pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan sendiri,” kata Faisal di Jakarta, Senin (10/8).

“Jadi memberikan stimulus fiskal untuk sektor swasta supaya bisa bergerak menciptakan lapangan pekerjaan lebih banyak, termasuk pada sektor-sektor yang padat karya,” katanya.

Faisal mengatakan, dengan penciptaan lapangan kerja formal yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, diharapkan mampu memberikan efek ganda pada perekonomian secara umum. “Kita harapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan formal yang bisa menyerap tenaga kerja di dalam negeri,“ katanya.

Selain stimulus untuk sektor swasta di dalam negeri, Faisal menilai pemerintah juga perlu untuk menarik investasi untuk masuk ke sektor-sektor industri padat karya. Dengan bertambahnya masyarakat yang terserap ke dalam pekerjaan formal, diharapkan pula pendapatan mereka ikut meningkat, memiliki perlindungan dan jaminan sosial, yang pada akhirnya turut mendongkrak rasa aman dan konsumsi mereka secara langsung.

“Hal ini diharapkan mampu mendorong real income naik, dan membantu jadi memulihkan daya beli sebagian besar masyarakat yang berada di kelas tengah dan bawah,” kata Faisal.

Diminta terpisah, Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda sepakat dengan pemberian stimulus ke dunia usaha, namun stimulus itu tidak akan efektif jika daya beli masyarakat masih tertekan.

Menurut Huda, problem utama perekonomian saat ini bukan hanya di sisi produksi, tetapi juga di sisi permintaan.

“Saya melihat problem saat ini ada di daya beli masyarakat yang menurun sehingga permintaan barang juga terkoreksi. Beberapa barang tahan lama seperti otomotif belum pulih sepenuhnya,” kata Nailul.

Apalagi masuknya barang impor secara masif juga menekan produksi dalam negeri. Sebab itu, pemberian insentif kepada industri tanpa diimbangi penguatan daya beli dinilai kurang tepat sasaran. Apalagi masih ada persoalan struktural jangka panjang. Ekonomi Indonesia masih menghadapi inefisiensi dalam penggunaan modal untuk menciptakan nilai tambah.

“Dalam jangka panjang persoalannya adalah inefisiensi ekonomi dimana modal masih belum efisien dalam menciptakan nilai tambah ekonomi. Inefisiensi ini timbul akibat masalah korupsi dan birokrasi yang ribet,” kata Nailul.

Selain stimulus, Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira mengatakan kualitas pertumbuhan ekonomi saat ini masih jauh dari ideal karena ditopang belanja pemerintah dan di tengah tingginya gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Bhima menilai pertumbuhan ekonomi yang ada saat ini tidak mencerminkan kondisi ketenagakerjaan yang membaik. “Pertumbuhan ekonomi jauh dari berkualitas. Informalitas pekerja naik, di saat gelombang PHK mencapai 126 ribu orang,” kata Bhima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.