Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penguatan Ekosistem Perajin Perhiasan dari Limbah Batu bara

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 23:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penguatan Ekosistem Perajin Perhiasan dari Limbah Batu bara Doc: Antara
Ket. Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra beraudiensi dengan owner Legam Jewelry Alvinska Octaviana, membahas potensi dan progres produk perhiasan dari bahan limbah batu bara.

Sawahlunto - Pemerintah Kota Sawahlunto Sumatera Barat menyiapkan penguatan ekosistem perajin perhiasan berbahan limbah batu bara, menyusul meningkatnya permintaan pasar domestik hingga luar negeri terhadap produk ekonomi kreatif tersebut.

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra di Sawahlunto, Selasa, mengatakan penguatan ekosistem itu diarahkan agar peluang ekonomi dari tren pasar tersebut dapat membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan perajin lokal.

“Potensi ini menarik karena berbasis identitas Sawahlunto sebagai kota tambang, namun dikembangkan menjadi produk ekonomi masa kini yang bernilai jual lebih tinggi,” kata dia.

Wali Kota menyampaikan hal itu usai beraudiensi dengan pemilik industri kreatif Legam Jewelry, Alvinska Octaviana, yang memaparkan perkembangan pasar perhiasan berbahan limbah batu bara dan peluang penguatan rantai produksi di Sawahlunto.

Sehingga Wali Kota menindaklanjuti dengan menekankan fungsi pemerintah daerah untuk hadir sebagai fasilitator dalam memperkuat kapasitas perajin, menjaga mutu produk, serta membuka akses promosi melalui event dan jejaring ekonomi kreatif yang lebih luas.

Sementara Alvinska menjelaskan minat pasar terhadap perhiasan berbahan limbah batu bara terus meningkat, terlihat dari pertumbuhan pesanan yang diterima Legam Jewelry melalui penjualan daring maupun partisipasi pada sejumlah pameran.

“Peminatnya tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga ada dari luar seperti Eropa, sehingga ini berpotensi berkembang lebih besar,” katanya.

Ia juga menyebut saat ini Legam Jewelry telah bekerja sama dengan sejumlah perajin limbah batu bara di Sawahlunto yang sebelumnya memproduksi cenderamata, kemudian diarahkan untuk memproduksi komponen aksesoris perhiasan.

Sementara itu, proses finishing masih dilakukan di studio Legam Jewelry di Bandung, sehingga penguatan ekosistem produksi di Sawahlunto dinilai penting agar nilai tambah dan manfaat ekonomi dapat lebih banyak dinikmati masyarakat daerah.

Untuk itu Pemko Sawahlunto segera membuka peluang tindak lanjut sinergi melalui pelatihan perajin, lokakarya desain dan produksi, serta penguatan jejaring melalui pusat kreatif di desa dan kelurahan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

28 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.