Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lele Marinasi Bandung Mendunia, Taiwan Jadi Pasar Baru

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 19:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lele Marinasi Bandung Mendunia, Taiwan Jadi Pasar Baru Doc: ANTARA/ Fathnur Rohman
Ket. Ilustrasi -Kegiatan budidaya ikan lele di Kuningan, Jawa Barat.

JAKARTA – Produk UMKM yang berhasil menembus pasar ekspor menunjukkan bahwa usaha kecil memiliki potensi menjadi bagian dari rantai pasok dan pasar global, bukan hanya bergantung pada konsumen domestik.

Namun, ekspansi ekspor menuntut peningkatan kualitas, kapasitas produksi, sertifikasi, konsistensi pasokan, dan kemampuan memenuhi standar negara tujuan.

Karena itu, keberhasilan ekspor perlu diarahkan menjadi lompatan naik kelas yang berkelanjutan, bukan sekadar transaksi sesaat.

Pemerintah juga perlu memperkuat akses pembiayaan dan pendampingan agar semakin banyak UMKM mampu menjadi eksportir baru.

Produk olahan lele marinasi produksi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) asal Bandung, Jawa Barat, menembus pasar Taiwan untuk pertama kalinya melalui ekspor perdana sebanyak 10,5 ton dengan nilai sekitar Rp400 juta.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Ishartini, dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Senin (10/8), mengatakan keberhasilan tersebut didukung penerapan jaminan mutu dari hulu hingga hilir yang memenuhi persyaratan tujuan ekspor.

Ishartini menjelaskan komoditas lele Indonesia telah memenuhi skema sertifikasi mutu di sisi hulu melalui CBIB (Cara Budi daya yang Baik) dan CPIB (Cara Penangkapan Ikan yang Baik), serta Sertifikasi Kelayakan Pengolahan (SKP) dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) di sisi hilir.

“Sehingga otoritas kompeten di tempat atau negara tujuan mengakui kualitas produk dan memberikan persetujuan untuk masuk ke pasar mereka,” ujar Ishartini.

Ekspor perdana lele marinasi beku tersebut berlangsung di Pergudangan Ketapang, Kabupaten Bandung, pada 6 Agustus 2026. Produk tersebut diproduksi oleh PT Asha Nuova International.

Ishartini mengatakan lele marinasi menjadi salah satu produk perikanan Indonesia yang mulai diminati pasar global, seperti ikan nila.

Menurut dia, pengiriman ke Taiwan tersebut merupakan batch pertama dan volume ekspor berikutnya direncanakan meningkat hampir dua kali lipat menjadi 20 ton pada September 2026.

“Sudah dijadwalkan pada bulan depan (September 2026) menyusul produk dari ikan nila,” katanya lagi.

Kepala UPT Badan Mutu KKP Bandung Darwin Syah Putra mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan volume dan nilai ekspor produk olahan perikanan dari Jawa Barat, antara lain melalui penguatan produktivitas di sisi hulu.

Ia mengatakan program kampung budi daya tematik yang dijalankan KKP diharapkan dapat mendukung ketersediaan bahan baku perikanan, sementara unit pengolahan ikan (UPI) yang telah memiliki sertifikasi mutu diarahkan untuk dapat menampung produk UMKM perikanan di Jawa Barat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
  • Perkuat Kesiapan Awak Kapal, Kemenhub Gelar Workshop Safety Training untuk Hadapi Situasi Darurat
    Langkah sinergis Ditjen Hubla dan manajemen PT PELNI ...
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Nasional
BMKG Deteksi 2.056 Titik Pa...
Advertisement
Jadwal Asian Games: Kontingen Merah Putih Bakal Tanding di 15 Cabor

Jadwal Asian Games: Kontingen Merah Putih Bakal Tanding di 15 Cabor

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.