Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Presiden Prabowo Minta PLN dan Pertamina Segera Pangkas Anak-Cucu Perusahaan untuk Efisiensi serta Produktivitas

📅 Senin, 10 Agu 2026, 07:39 WIB | Oleh:
Presiden Prabowo Minta PLN dan Pertamina Segera Pangkas Anak-Cucu Perusahaan untuk Efisiensi serta Produktivitas Doc: antara foto
Ket. Rapat terbatas di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8) malam

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya dan para petinggi BUMN, khususnya Pertamina dan PLN, untuk segera memangkas anak-cucu perusahaan beserta unit-unit usaha di bawahnya untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas usaha.

Dalam rapat terbatas di kediaman pribadi Presiden, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (9/8) malam, instruksi itu disampaikan langsung oleh Presiden kepada beberapa menteri dan Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang mengikuti rapat tersebut, menjelaskan pemangkasan anak dan cucu perusahaan—yang disebut sebagai layer-layer— juga bertujuan mempercepat waktu pengambilan keputusan terutama pada masa-masa dan persoalan-persoalan yang krusial.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo juga memerintahkan pengurangan layer-layer dan anak cucu perusahaan di Pertamina, PLN, dan BUMN lainnya. Pemangkasan ditujukan agar pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, produktivitas lebih meningkat, dan efisiensi seluruh BUMN lebih terjaga," kata Seskab Teddy sebagaimana dikutip dari siaran resmi Sekretariat Kabinet yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin.

Di Hambalang, Teddy menyampaikan Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri turut melaporkan kemajuan dari program mandatory Biodiesel 50 persen (B50) terutama sejak diluncurkan pada bulan Juli 2026.

Simon juga melapor langsung kepada Presiden mengenai kesiapan infrastruktur Pertamina untuk menjalankan program mandatory bio-ethanol pemerintah.

Rapat tersebut, sebagaimana dilihat dari foto yang dibagikan Sekretariat Kabinet, diikuti di antaranya oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Seskab Teddy, Kepala Badan Intelijen Negara M. Herindra, dan Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Rizky Irmansyah.

Terkait efisiensi di lingkungan BUMN, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani pada minggu lalu telah melaporkan tindak lanjut dari instruksi Presiden untuk mengurangi layer-layer, di antaranya seperti anak dan cucu BUMN.

"Arahan-arahan Beliau (Presiden, Red.) juga untuk pengurangan layer-layer, terutama di perusahaan-perusahaan BUMN yang besar (seperti) Pertamina, PLN, dan yang lain-lainnya agar pengambilan keputusan juga menjadi lebih cepat, produktivitas juga lebih meningkat, efisiensi juga lebih terjaga, dan juga tentu saja (diikuti, Red.) di BUMN-BUMN lainnya," kata Rosan menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis pekan lalu.

Rosan melanjutkan perampingan (streamlining) telah dilakukan pada 274 perusahaan per akhir Juli 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Olahraga
Laga Penuh Kejutan, Bayern ...

Kabar Terbaru, Ayu Ting Ting Rencanakan Album Baru di 2027

28 menit yang lalu | Marcellus Widiarto

Rona
Kabar Terbaru, Ayu Ting Tin...
Advertisement
'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

'Dark Tourism' di Tiongkok Makin Populer, Turis Rela Diterjang Banjir dan Topan Buatan

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.