Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tol Probolinggo-Banyuwangi akan Jadi Landasan Darurat Rafale Jika Pangkalan Udara TNI AU Dibombardir Musuh

📅 Selasa, 11 Agu 2026, 15:43 WIB | Oleh:
Tol Probolinggo-Banyuwangi akan Jadi Landasan Darurat Rafale Jika Pangkalan Udara TNI AU Dibombardir Musuh Doc: Istimewa
Ket. Jika dinyatakan layak, keberadaan ruas tol tersebut bisa memberikan satu lapisan tambahan dalam strategi menghadapi situasi darurat—ketika pangkalan udara utama tidak lagi bisa digunakan.

SURABAYA — Jalan tol biasanya hanya dipandang sebagai infrastruktur transportasi. Namun, di tengah perubahan lingkungan strategis kawasan dan modernisasi besar-besaran alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia, sebagian ruas tol di Jawa Timur mulai dikaji untuk memiliki fungsi tambahan: menjadi landasan alternatif pesawat TNI Angkatan Udara dalam kondisi darurat.

Salah satu ruas yang masuk dalam kajian adalah Tol Probolinggo-Banyuwangi.

Dikutip dari Antara, rencana ini bukan berarti jalan tol tersebut akan segera berubah menjadi pangkalan udara. TNI AU masih melakukan peninjauan untuk memastikan berbagai persyaratan teknis, keselamatan, dan keamanan terpenuhi sebelum sebuah ruas dapat ditetapkan sebagai landasan alternatif.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan, Tol Probolinggo-Banyuwangi memang masuk dalam salah satu rencana, tetapi hingga kini belum ditetapkan sebagai lokasi yang akan digunakan.

Pembahasan mengenai kemungkinan pemanfaatan jalan tol tersebut dilakukan dalam rapat yang dipimpin Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi di Markas Besar TNI AU, Cilangkap, Jakarta, Senin, 10 Agustus 2026.

Dalam rapat itu, TNI AU membahas berbagai kebutuhan teknis yang harus dipenuhi apabila ruas jalan tol akan digunakan sebagai landasan alternatif.

Fokus utamanya adalah keselamatan dan keamanan.

Artinya, rencana tersebut bukan sekadar mencari jalan yang panjang dan lurus. Infrastruktur yang dipilih harus melalui kajian menyeluruh sebelum dapat digunakan untuk mendukung operasi penerbangan dalam situasi darurat.

Bagian dari perubahan postur pertahanan

Rencana memanfaatkan jalan tol sebagai landasan cadangan menjadi semakin menarik jika dilihat bersamaan dengan langkah pemerintah Presiden Prabowo Subianto yang dalam beberapa waktu terakhir terus memperkuat kemampuan pertahanan Indonesia.

Modernisasi tersebut terlihat jelas di sektor kekuatan udara.

Pada 18 Mei 2026, Presiden Prabowo secara resmi menyerahkan enam pesawat tempur Rafale kepada TNI AU, disertai sejumlah alutsista pendukung seperti radar GCI, pesawat A400M, Falcon 8X, serta sistem persenjataan modern. Pemerintah menyebut penambahan tersebut sebagai bagian dari penguatan postur pertahanan udara nasional. 

Indonesia sendiri telah memiliki kontrak pengadaan 42 Rafale dari Prancis. Dengan masuknya Rafale secara bertahap, kekuatan tempur TNI AU bergerak menuju armada yang lebih modern dan memiliki kemampuan multiperan. 

Menariknya, modernisasi tersebut tidak berhenti pada Rafale.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dibayangi Eskalasi Geopolitik, 10 Agustus 2026
    Preview komentar:
    Fluktuasi nilai tukar Rupiah yang rentan terhadap kebijakan ...
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...

Krisis Kemanusiaan Sudan Masuk Fase Paling Kritis

38 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Krisis Kemanusiaan Sudan Ma...
Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

Sidang Perdana Korupsi Kuota Haji, Yaqut Cholil: Yang Benar akan Kelihatan

11 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.