Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cara Menaklukkan Gunung Rinjani dengan Ramah lewat Jalur Punggung

📅 Minggu, 02 Nov 2025, 14:21 WIB | Oleh:

Bijak

Namun, kenaikan tarif tak boleh berhenti pada sisi komersial atau administratif. Ia harus menjadi bagian dari paradigma baru dalam pariwisata berbasis konservasi dan edukasi. Rinjani bukan taman bermain, melainkan ruang belajar tentang keseimbangan antara manusia dan alam.

Pemerintah daerah bersama Balai TNGR dan komunitas lokal kini berupaya menghadirkan sistem pendakian yang transparan dan adaptif. Melalui aplikasi eRinjani, seluruh proses reservasi, kuota, dan pembayaran dilakukan secara daring. Sistem ini tak hanya menekan praktik pendakian ilegal, tetapi juga memastikan daya dukung gunung tidak terlampaui.

Langkah serupa diterapkan di wisata non-pendakian, seperti air terjun Jeruk Manis dan Otak Kokok Joben, yang mulai menggunakan sistem tiket digital. Digitalisasi ini bagian dari tata kelola cerdas yang mendukung transparansi pendapatan, pemantauan kunjungan, hingga mitigasi risiko.

Selain itu, pemetaan jalur baru seperti Aik Berik di Lombok Tengah membuka peluang pemerataan ekonomi. Jalur ini tak hanya memperluas akses wisata, tapi juga melibatkan masyarakat lokal sebagai pemandu, porter, dan penyedia jasa logistik.

Dengan demikian, kenaikan tarif bisa berdampak langsung pada kesejahteraan warga sekitar, bukan hanya pada kas negara.

Kebijakan lain yang tak kalah penting adalah penerapan regulasi lokal di Sembalun, yang mewajibkan setiap pendaki beristirahat dan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum naik.

Aturan ini tampak sederhana, tapi signifikan dalam mencegah kecelakaan akibat kelelahan ekstrem, terutama bagi wisatawan asing yang baru tiba dan langsung mendaki tanpa penyesuaian fisik terhadap ketinggian.

Pendekatan yang memadukan regulasi pusat dan kearifan lokal inilah yang menjadi kunci keberlanjutan Rinjani. Gunung ini bukan hanya milik pemerintah, tapi juga milik masyarakat yang hidup di sekitarnya.

Dalam tradisi warga Sasak, Rinjani adalah ruang sakral, tempat manusia menghormati alam dan leluhur. Nilai-nilai seperti inilah yang seharusnya menjadi jiwa dari setiap kebijakan pendakian.

Mendidik

Dalam konteks yang lebih luas, tarif baru seharusnya dimaknai sebagai kontribusi untuk konservasi dan pendidikan publik.

Setiap rupiah yang dibayar pendaki sebaiknya kembali ke gunung, yakni untuk perawatan jalur, pengelolaan sampah, pelatihan porter, serta riset ekologi dan mitigasi bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Tiga Penyanyi Akan Menutup FIFA Asean Cup

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tiga Penyanyi Akan Menutup ...
Megapolitan
Bahasa dan Musik Lokal Mest...
Megapolitan
Jumlah Anggota DPRD Kemungk...
Olahraga
Hudson: Supporter Stadion U...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.