Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cara Menaklukkan Gunung Rinjani dengan Ramah lewat Jalur Punggung

📅 Minggu, 02 Nov 2025, 14:21 WIB | Oleh:

Jalur-jalur curam seperti Pelawangan, Sembalun dan Torean dibenahi, trap bebatuan dipapas agar menyerupai tangga alami, tali tambang dan besi pengaman dipasang di titik berisiko tinggi.

Bagi yang pernah mendaki Rinjani, perubahan ini bukan sekadar kosmetik. Ia adalah bentuk tanggung jawab negara terhadap keselamatan warganya.

Keselamatan

Kenaikan tarif pendakian semestinya menjadi momentum memperkuat sistem keselamatan. Bukan rahasia, Rinjani menyimpan risiko besar, yakni medan ekstrem, cuaca tak menentu, dan jumlah pendaki yang terus meningkat.

Data Balai TNGR mencatat lebih dari 36.500 pendaki menapaki Rinjani hingga pertengahan 2025, lebih dari separuhnya wisatawan mancanegara.

Tingginya minat wisatawan adalah potensi ekonomi, tetapi juga tantangan besar. Setiap tahun, selalu ada laporan pendaki terluka, tersesat, atau bahkan kehilangan nyawa.

Situasi ini menjadi alarm bagi tata kelola keselamatan yang sempat longgar. Maka, lahirlah SOP Pendakian Rinjani 2025, sebuah panduan teknis baru yang menekankan disiplin, kesehatan, dan rasio pendamping.

Dalam SOP itu, setiap pendaki diwajibkan memiliki surat sehat terbaru, mengikuti safety briefing, dan bagi pemula, harus didampingi pemandu berpengalaman.

Rasio satu pemandu untuk lima pendaki serta kewajiban porter membawa perlengkapan standar adalah aturan yang tak bisa ditawar. Pendaki di bawah usia 17 tahun pun harus mendapat izin orang tua dan pendampingan khusus.

Di sisi lain, sertifikasi bagi 371 pemandu dan porter lokal terus dikejar. Mereka bukan sekadar pengantar tamu menuju puncak, tetapi garda terdepan penyelamatan.

Dalam banyak kasus, justru para porterlah yang pertama turun tangan ketika terjadi insiden di lapangan, bahkan sebelum tim SAR tiba. Karena itu, pelatihan keselamatan vertikal yang digelar pemerintah bersama Basarnas menjadi investasi manusia yang tak kalah penting dari investasi fisik.

Dengan sistem baru ini, Gunung Rinjani diharapkan bukan lagi hanya indah dipandang, tapi juga aman dijelajahi.

Pendakian yang dikelola dengan standar keselamatan tinggi akan menumbuhkan kepercayaan publik dan memperkuat posisi NTB sebagai destinasi wisata petualangan berkelas dunia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...

Tiga Penyanyi Akan Menutup FIFA Asean Cup

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tiga Penyanyi Akan Menutup ...
Megapolitan
Bahasa dan Musik Lokal Mest...
Megapolitan
Jumlah Anggota DPRD Kemungk...
Olahraga
Hudson: Supporter Stadion U...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.