Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Diminta Benahi Kebijakan Subsidi BBM

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Diminta Benahi Kebijakan Subsidi BBM Doc: Antara
Ket. Petugas membersihkan papan informasi harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di salah satu SPBU Kota Bogor, Jawa Barat.

Jakarta – Harga minyak dunia yang tengah melandai dinilai menjadi peluang bagi pemerintah untuk membenahi kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) agar lebih efektif dan berkelanjutan. Momentum ini dinilai tepat untuk menyempurnakan skema subsidi agar lebih tepat sasaran, mengurangi beban fiskal, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional sebelum harga minyak kembali bergejolak akibat dinamika geopolitik maupun pelemahan nilai tukar rupiah.

Sejalan dengan itu, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengingatkan pemerintah agar mewaspadai potensi perpindahan konsumen Pertamax ke Pertalite meski harga BBM nonsubsidi tersebut telah diturunkan. Menurutnya, selisih harga yang masih mencapai lebih dari Rp5.000 per liter berisiko meningkatkan konsumsi Pertalite sehingga dapat memperbesar beban subsidi energi.

“Dengan harga Pertamax masih Rp15.950 per liter, disparitas terhadap Pertalite masih cukup lebar. Kondisi ini berpotensi mendorong konsumen, terutama kelompok menengah ke bawah, beralih ke Pertalite,” ujar Fahmy di Jakarta, Selasa (4/8).

Ia menilai penurunan harga Pertamax dari Rp16.250 menjadi Rp15.950 per liter mulai 1 Agustus belum cukup untuk menahan migrasi konsumen. Karena itu, pemerintah perlu mengevaluasi kebijakan harga BBM agar tidak memicu lonjakan konsumsi Pertalite.

Menurut Fahmy, jika perpindahan konsumen terus terjadi, pemerintah berpotensi menghadapi kenaikan beban subsidi sekaligus harus menambah kuota Pertalite.

“Kalau benar terjadi perpindahan, ini akan memperberat beban subsidi untuk Pertalite. Kuotanya kemungkinan juga harus ditambah,” katanya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menurunkan harga sejumlah BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta mempertimbangkan daya beli masyarakat. Selain Pertamax, harga Pertamax Turbo turun menjadi Rp18.300 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp16.600 per liter. Sementara harga Pertamina Dex dan Dexlite tidak berubah.

Tata Kelola Subsidi

Sementara itu, Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai pemerintah sebaiknya memanfaatkan tren penurunan harga minyak dunia untuk memperbaiki tata kelola subsidi energi.

“Momentumnya ada di ruang fiskal dan kesempatan menata aturan. Saat harga minyak sedang tenang, itulah reformasi paling murah dilakukan,” ujarnya.

Yayan menyarankan pemerintah menggunakan momentum tersebut untuk mempersempit kesenjangan harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi, memperkuat cadangan stok BBM, serta memperbaiki mekanisme subsidi agar lebih tepat sasaran.

Menurutnya, bantuan langsung kepada rumah tangga rentan yang telah terdata akan lebih efektif dibandingkan mempertahankan subsidi komoditas yang juga dinikmati kelompok masyarakat mampu.

Di sisi lain, pemerintah juga diminta mengantisipasi berbagai risiko yang dapat kembali memicu kenaikan harga BBM, terutama ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Yayan mengingatkan bahwa pelemahan kurs rupiah memiliki dampak besar terhadap harga keekonomian BBM.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...

Perubahan APBD Tahun Ini Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Perubahan APBD Tahun Ini Di...
Megapolitan
Siap-siap Hadapi Bencana Hi...
Megapolitan
KPK Terus Coba Tuntaskan Ko...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.