Menteri PKP Apresiasi BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Terbesar
📅 Rabu, 05 Agu 2026, 11:25 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi kepemimpinan Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Nixon L.P. Napitupulu, atas capaian perseroan sebagai penyalur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi terbesar di Indonesia. Apresiasi tersebut disampaikan di hadapan Presiden Republik Indonesia dalam kegiatan Akad Massal 62.710 KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang digelar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Maruarar mengatakan BTN masih menjadi bank dengan penyaluran pembiayaan rumah subsidi tertinggi secara nasional. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi bukti kontribusi BTN dalam mendukung program pemerintah menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Kemudian Dirut BTN, Pak Nixon untuk rumah subsidi paling tinggi BTN. Bisa saya laporkan Pak Presiden untuk rumah subsidi BTN adalah yang paling tinggi (penyaluran pembiayaannya). Terima kasih Pak Nixon," ujar Maruarar.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa perumahan merupakan kebutuhan mendasar yang harus terus dipenuhi. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan didorong memperkuat kolaborasi agar semakin banyak masyarakat dapat memiliki rumah yang layak, berkualitas, dan terjangkau.
Pada pelaksanaan akad massal tersebut, BTN menjadi bank dengan jumlah peserta terbesar. Sebanyak 30.203 debitur BTN mengikuti akad KPR secara langsung maupun daring dari berbagai wilayah di Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan capaian tersebut merupakan hasil sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, BP Tapera, sektor perbankan, pengembang, serta dukungan Danantara Indonesia dalam memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan nasional.
"Apresiasi dari Menteri PKP menjadi penyemangat bagi BTN untuk terus menjalankan mandat sebagai pemimpin pembiayaan perumahan nasional. Bersama Danantara Indonesia, kami terus memperkuat kolaborasi ekosistem agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap rumah yang layak, terjangkau, dan berkualitas," kata Nixon.
Berdasarkan data Kementerian PKP hingga 29 Juli 2026, BTN telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP, tertinggi di antara bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Sementara itu, PT Bank Syariah Nasional (BSN) menyalurkan 28.282 unit sehingga secara konsolidasi BTN dan BSN telah merealisasikan pembiayaan 84.048 unit rumah subsidi sepanjang 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain menyalurkan KPR subsidi, BTN juga memperkuat dukungan pada sisi pasokan perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP). Hingga 29 Juli 2026, realisasi KPP BTN mencapai sekitar Rp4,39 triliun untuk mendukung pembiayaan pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, dan pelaku usaha lain dalam rantai pasok sektor perumahan.
BTN juga terus mengembangkan layanan digital melalui platform balé Properti. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mencari rumah, melakukan simulasi cicilan, hingga mengajukan KPR dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
"Kami ingin perjalanan masyarakat menuju rumah pertama semakin sederhana, mulai dari menemukan hunian yang sesuai hingga memperoleh pembiayaan. Karena itu, BTN terus memperkuat pembiayaan, mempercepat layanan, dan memperluas kolaborasi agar Program 3 Juta Rumah dapat berjalan lebih cepat dan berdampak luas," ujar Nixon.
BP Tapera mencatat Akad Massal KPR Sejahtera FLPP tahun 2026 menjadi yang terbesar sejak pertama kali diselenggarakan. Kegiatan tersebut melibatkan 62.710 debitur di 372 kabupaten dan kota pada 36 provinsi, sekaligus menunjukkan semakin kuatnya kolaborasi pemerintah bersama industri perbankan dalam mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!