Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Tak Perlu Khawatir Ketahanan Energi Dampak Perang

📅 Rabu, 25 Mar 2026, 05:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Tak Perlu Khawatir Ketahanan Energi Dampak Perang Doc: ist
Ket. ketahanan energi

JAKARTA – Arah pembangunan energi Indonesia dalam jalur yang benar, sehingga warga tak perlu khawatir bahwa perang Timur Tengah akan mengganggu cadangan energi tanah air.

Pakar ekonomi dan bisnis Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Profesor Hamid Paddu, menuturkan, pandangannya itu menanggapi laporan media internasional asal Inggris, The Economist berjudul "Which country is the biggest loser from the energy shock." Dia menyebutkan, Indonesia berada pada jalur yang tepat dalam membangun ketahanan energi.

“Saya kira, ya (on the right track). Karena 'The Economist' tentu lebih fair. Mereka tentu melaporkan berbasis data, evidence based yang ada. Informasi yang dia punyai dengan kebijakan yang mereka ketahui,” kata dia dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, dasar laporan yang menyatakan Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang paling aman dari dampak krisis energi global tersebut karena pemerintah sudah melakukan diversifikasi energi dengan baik, antara lain pembangkit listrik tenaga surya, dan menggalakkan penggunaan kendaraan listrik.

Kemudian, lanjutnya, termasuk yang dilakukan Pertamina seperti melalui pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), semisal panas bumi (geothermal). Terlebih, tambahnya, dalam laporan tersebut juga mengulas bahwa ketahanan energi Indonesia lebih kuat dibandingkan negara-negara lain, termasuk Vietnam.

"Dari sisi ketahanan energi, kita lebih stabil. Sedangkan untuk ketahanan ekonomi, kita harus melakukan industrialisasi," ujarnya. Apalagi, lanjut Hamid, dalam masa transisi energi dan diversifikasi energi, Pemerintah melalui BUMN juga terus mencari cadangan minyak baru bahkan, saat ini Indonesia memiliki cadangan minyak terbukti (proven reserves) mencapai 4,4 miliar barel yang mampu memperkuat ketahanan energi nasional hingga 10 tahun ke depan.

”Kita masih memiliki cadangan minyak yang cukup besar. Untuk jangka menengah, kita tidak terlalu terpapar jika kondisi geopolitik terus berlanjut,” katanya. Oleh karena dia menegaskan tidak perlu ada keraguan terkait ketahanan energi nasional, karena Indonesia sudah mempersiapkan ketersediaannya.

Namun demikian menurut dia masyarakat juga diharapkan tetap bijak dalam menggunakan energi termasuk untuk mengantisipasi dampak geopolitik jangka pendek. Sebelumnya, dalam laporan terbarunya The Economist menilai Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang paling aman dari dampak krisis energi global akibat eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Posisi ini menempatkan Indonesia dalam kategori negara dengan paparan risiko rendah namun memiliki bantalan ketahanan yang kuat (low exposure, strong buffer). Sementara itu The International Energy Agency (IEA) atau Badan Energi Internasional, menyebut berbagai langkah antisipasi untuk menanggulangi gangguan pasokan energi.

Menurut IAE pada 20 Maret 2026, upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan menurunkan permintaan seperti meminimalkan transportasi darat dan udara, bekerja dari rumah jika memungkinkan juga melalui peralihan ke kompor listrik. Mengatasi permintaan, lanjut badan energi tersebut, adalah alat penting dan segera untuk mengurangi tekanan (pada) konsumen dengan meningkatkan keterjangkauan dan mendukung keamanan energi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
  • Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia
    Preview komentar:
    Terima kasih atas liputan yang mendalam ini; sangat ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Daerah
Gunung Anak Krakatau Erupsi...
Daerah
Tradisi Grobyak Ikan Sumber...

Rupiah Masih Rentan - 24 Agustus 2026

5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 24 Ag...
Ekonomi
IHSG Menghijau! Awal Perdag...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.