Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Kota Tangerang Petakan Tiga Zona Wilayah Potensi Dampak Kekeringan

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 10:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Kota Tangerang Petakan Tiga Zona Wilayah Potensi Dampak Kekeringan Doc: ANTARA
Ket. Arsip - Anak-anak bermain air di bantaran Sungai Cisadane, Kampung Keranggan, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (24/7/2026).

TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, telah memetakan tiga zona pengawasan wilayah potensi terdampak kekeringan hasil kajian hidrometeorologi untuk kemudian mendapat penanganan lebih cepat dan tepat sasaran.  

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, di Tangerang, Rabu (05/8), mengatakan zona pertama, meliputi Kecamatan Batuceper, Neglasari dan Cipondoh yang menjadi perhatian utama dalam kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.  

Sementara zona kedua mencakup wilayah Kecamatan Jatiuwung dan Cibodas. Lalu zona ketiga meliputi Kecamatan Pinang, Ciledug dan Karang Tengah.  

"Untuk wilayah yang telah ditetapkan masuk dalam zona, menjadi prioritas untuk dipantau secara berkala dari kondisi ketersediaan air maupun potensi kebakaran," kata Mahdiar dalam keterangannya.  

Selain melakukan pemantauan wilayah, Pemkot Tangerang juga telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Unsur TNI melalui Koramil menyiapkan delapan unit mobil tangki air bersih yang siap didistribusikan kepada masyarakat apabila terjadi kekeringan.  

Sementara itu, Polres Metro Tangerang Kota menyiagakan 95 personel di seluruh Polsek beserta kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) untuk mendukung penanganan kebakaran.  

”Di sektor pelayanan air bersih, Perumda Tirta Benteng memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman. Saat ini sekitar 99 persen sumber air baku masih mengandalkan Sungai Cisadane. Meski debit air mengalami penurunan sekitar lima persen akibat musim kemarau, kualitas dan ketersediaannya masih mencukupi kebutuhan pelanggan,” jelas Mahdiar. 

Sebagai bentuk kesiapan infrastruktur, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang juga menyiapkan 30 unit tandon air yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung distribusi air bersih sekaligus membantu penanganan kebakaran.  

”Selain itu, jaringan hydrant di berbagai wilayah terus dipastikan berfungsi optimal untuk mendukung perlindungan permukiman dan fasilitas umum,” katanya.  

Berdasarkan hasil analisis BMKG, Kota Tangerang masih berada dalam periode musim kemarau dengan curah hujan yang diprediksi rendah hingga September 2026.

"Fenomena El Nino yang masih aktif turut meningkatkan potensi terjadinya kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah, sehingga diperlukan kewaspadaan dari seluruh elemen masyarakat," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Pemkot Tangerang Normalisasi 7 Lokasi Prioritas

24 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Pemkot Tangerang Normalisas...
Megapolitan
BPBD Kota Tangerang Siapkan...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Dukung Sek...
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.