Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Era Kepintaran Buatan, Eksistensi Perpustakaan Makin Penting

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 09:28 WIB | Oleh:
Di Era Kepintaran Buatan, Eksistensi Perpustakaan Makin Penting Doc: ist
Ket. kecerdasan buatan

JAKARTA – Saata ini dunia tengah dikuasai kepintaran buatan. Dalam situasi seperti ini, keberadaan perpustakaan makin penting. Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) E Aminudin Aziz mengatakan perkembangan AI menghadirkan perubahan mendasar terhadap ekosistem informasi, oleh karena itu, perpustakaan menjadi salah satu penjaga informasi yang kredibel.     

"Tantangan yang dihadapi perpustakaan saat ini bukan lagi sebatas mengelola koleksi dan menyediakan akses informasi, melainkan memastikan masyarakat mampu membedakan informasi yang benar dari informasi yang menyesatkan," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.  

Saat membuka Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) XVII di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Selasa (4/8), Aminudin mengemukakan saat ini ada ledakan pemanfaatan AI yang telah mengubah cara masyarakat memperoleh, memahami, dan memanfaatkan informasi.  

Di tengah perubahan tersebut, perpustakaan tidak lagi cukup berperan sebagai penyedia akses informasi, tetapi harus menjadi institusi terpercaya yang memastikan masyarakat memperoleh informasi yang sahih sekaligus memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menyikapi arus informasi digital.  

"Ketika kita berbicara tentang literasi, sesungguhnya kita sedang berbicara mengenai kemampuan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills (HOTS). Inilah salah satu upaya penting yang harus dilakukan oleh perpustakaan dan pustakawan, yakni memastikan bahwa para pengguna informasi memiliki daya kritis yang tinggi," ucap Aminudin.

Ia juga mengingatkan, perkembangan teknologi tidak boleh menggeser nilai-nilai kemanusiaan karena AI hanyalah teknologi yang bekerja berdasarkan algoritma. Nilai etika, moral, dan tanggung jawab tetap ditentukan oleh manusia sebagai pencipta sekaligus pengguna teknologi tersebut.  

"AI atau kecerdasan buatan pada dasarnya tidak memiliki etika, moral, atau nilai. Semua itu baru ada ketika manusia sebagai penciptanya memasukkan nilai-nilai tersebut ke dalam algoritma yang dibangun," tuturnya.

Oleh karena itu, ia menilai penguatan literasi menjadi investasi yang tidak dapat ditawar. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci agar masyarakat mampu memanfaatkan AI secara bertanggung jawab tanpa kehilangan integritas, etika, maupun nilai-nilai kemanusiaan.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi, Dadang Kahmad, menilai AI telah mengubah cara manusia mencari, memproduksi, dan memanfaatkan informasi. Perubahan tersebut menuntut perpustakaan bertransformasi dari sekadar tempat penyimpanan pengetahuan menjadi ruang penciptaan pengetahuan yang mampu membangun budaya informasi sehat. 

"Perpustakaan modern harus mampu membantu masyarakat memilah informasi yang benar, memahami informasi secara kritis, menggunakan teknologi informasi secara bertanggung jawab, serta menghasilkan pengetahuan baru yang bermanfaat," ujar Dadang.

Menurutnya, peran pustakawan juga perlu bertransformasi tidak lagi hanya mengelola koleksi, tetapi menjadi pendamping literasi digital yang membimbing masyarakat menyusun prompt (masukan) yang tepat, memeriksa validitas jawaban AI, sekaligus memahami etika pemanfaatan teknologi.

"AI hanyalah alat, manusia-lah yang menentukan bagaimana alat tersebut dimanfaatkan. Teknologi berkembang sangat cepat, tetapi nilai-nilai kemanusiaan tidak boleh ditinggalkan. Keduanya harus berjalan beriringan agar perpustakaan tetap relevan dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ucap Dadang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.