Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah Larang Medsos, Australia Teliti Perubahan Perilaku Remaja

4 Selasa, 14 Okt 2025, 21:46 WIB | Oleh:
Setelah Larang Medsos, Australia Teliti Perubahan Perilaku Remaja Setelah Larang Medsos, Australia Teliti Perubahan Perilaku Remaja Doc: AFP

VICTORIA - Peneliti Australia mengkaji dampak larangan media sosial yang pertama di dunia untuk remaja.

Kajian bertajuk "Connected Minds Study" tersebut, yang dilakukan oleh Murdoch Children's Research Institute (MCRI) Australia dan Deakin University, sedang mencari remaja berusia 13 hingga 16 tahun yang menggunakan aplikasi media sosial beserta orang tua mereka untuk membagikan pengalaman mereka sebelum dan setelah larangan itu diberlakukan pada Desember nanti, ungkap pernyataan MCRI yang dirilis pada Selasa (14/10).

Berdasarkan undang-undang (UU) mengenai larangan tersebut, yang disetujui oleh parlemen federal Australia pada Desember 2024, semua platform media sosial dengan batasan usia harus mencegah anak di bawah 16 tahun di Australia untuk membuat atau memiliki akun.

Perusahaan yang gagal mengambil "langkah-langkah wajar" untuk menegakkan larangan itu akan dikenai denda hingga 49,5 juta dolar Australia (1 dolar Australia = Rp10.813), demikian bunyi UU tersebut.

"Beberapa bukti mengaitkan penggunaan media sosial dengan kesehatan mental dan fisik remaja, tetapi hubungan sebab-akibat yang jelas belum terbukti," kata Profesor Susan Sawyer dari MCRI.

Kajian ini akan membantu menentukan apakah pemblokiran media sosial efektif dalam mengubah pola penggunaan ponsel pada remaja dan meningkatkan kesejahteraan mental mereka, berdasarkan masukan dari remaja dan keluarga mereka, tutur Sawyer.

Para peserta akan mengisi survei sebelum dan setelah larangan diberlakukan, dengan kajian aplikasi opsional selama dua pekan yang memantau penggunaan media sosial, pola tidur, aktivitas fisik, dan rasa keterkaitan sosial, papar pernyataan tersebut.

"Secara unik, kajian kami akan mengukur penggunaan media sosial secara objektif, bukan hanya mengandalkan laporan penggunaan yang dilaporkan sendiri," kata Sawyer. Ant/Xinhua

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Olahraga
Indonesia Tak Bisa Pertahan...

Tahun Depan Seluruh OPD Bogor Sudah Digitalisasi

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tahun Depan Seluruh OPD Bog...
Olahraga
Djokovic Mulai Pulih dari M...
Olahraga
West Ham Pecat Nuno Espirit...
Luar Negeri
Korea Utara Murka Menolak T...
Advertisement
Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri   

Terkonfirmasi, Jenderal LSP Ditahan di Rutan Mabes Polri  

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.