Kebijakan Fiskal Tidak Akan Aneh-aneh, Sistem Finansial Lebih Bersifat Likuid
📅 Jumat, 19 Sep 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim PenulisDampak dari kebijakan ini akan mulai terserap secara efektif ke sektor riil dalam waktu sebulan.
Apa arahan Anda ke bank penerima dana 200 triliun rupiah ini?
Harus berhati-hati dalam menyalurkan dana 200 triliun rupiah agar tidak menimbulkan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).
Manajemen perbankan harus cermat dalam mengelola penyaluran kredit. Jika pemberian pinjaman dilakukan tanpa kehati-hatian hingga berujung NPL, maka pihak bank harus bertanggung jawab.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perbankan cukup pintar harusnya. Kalau mereka kasih pinjaman enggak hati-hati jadi NPL, ya harusnya mereka dipecat.
Kira kira seberapa lama waktu bagi sektor riil untuk menyerap dana 200 Triliun ini?
Kalau di Amerika, delay injeksi uang ke sistem bisa 14 bulan, di sini biasanya empat bulan. Tapi pengalaman 2021, begitu kita inject ke sistem, setengah bulan sampai satu bulan sudah terlihat pembalikan arah kredit. Jadi saya pikir tak akan terlalu lama sampai ekonomi lebih bergairah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dana 200 triliun rupiah ini juga untuk Kopdes Merah Putih, berapa bunganya?
Kalau dipakai untuk Koperasi Merah Putih, otomatis bunga yang kami charge ke perbankan turun menjadi 2 persen dari sebelumnya sekitar 4 persen, jadi tidak ada lagi biaya tambahan bagi Himbara
Kebijakan ini diharapkan mempermudah bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menyalurkan pembiayaan tanpa hambatan biaya. Nanti kita gebrak-gebrak, supaya lebih cepet aja.
Apakah Stimulus “Akselerasi Program 2025” tak perlebar defisit APBN? Sebab, Pemerintah menyiapkan total anggaran Rp16,23 triliun.
Stimulus dalam bentuk delapan program paket ekonomi “Akselerasi Program 2025” tidak akan memperlebar defisit APBN, meskipun tren penerimaan negara mengalami tekanan.
Berbagai program bantuan, termasuk bantuan pangan, telah diantisipasi melalui optimalisasi penyerapan anggaran. Yang paling besar itu bantuan pangan dua bulan kali 10 kilogram beras, sekitar 7 triliun rupiah, uangnya sudah ada, sudah kami siapkan. Bukan berarti defisitnya melebar, tapi saya bisa perkirakan setiap tahun berapa penyerapan anggaran kita. Tahun lalu kan ada sisa juga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!