Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Whoosh Bikin Pusing! Menkeu Tolak Bayar Utang KCIC Pakai APBN, Adian Napitupulu Bongkar Dugaan Pembengkakan Biaya Fantastis!

📅 Senin, 20 Okt 2025, 17:17 WIB | Oleh:
Whoosh Bikin Pusing! Menkeu Tolak Bayar Utang KCIC Pakai APBN, Adian Napitupulu Bongkar Dugaan Pembengkakan Biaya Fantastis! Doc: Istimewa
Ket. Anggota Komisi V DPR RI, Adian Napitupulu.

JAKARTA - Isu utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kembali memanas! Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas menolak penggunaan APBN untuk menutup utang proyek tersebut. Namun, penolakan ini justru memicu respons tajam dari Anggota Komisi V DPR RI, Adian Napitupulu, yang mendesak pemerintah mengkaji ulang penyebab membengkaknya biaya pembangunan.

“Menurut saya, yang harus dikaji bukan cuma soal utangnya, tapi kenapa biaya proyek ini bisa melonjak begitu besar,” tegas politisi PDI Perjuangan itu dalam video pernyataannya yang dikutip dari Parlementaria, Senin (20/10/2025).

Adian menilai, proyek kereta cepat bukan hal baru di dunia. Banyak negara telah mengembangkan teknologi serupa, baik buatan China, Jepang, maupun Eropa, dengan biaya yang jauh lebih efisien. Karena itu, ia mendorong adanya audit menyeluruh.

“Bandingkan saja dengan proyek sejenis di luar negeri. Kenapa biaya kita bisa jauh lebih mahal? Perlu ditelusuri siapa yang bernegosiasi, bagaimana perjanjiannya, dan di mana letak kesalahannya,” ujarnya tajam.

Legislator asal Jawa Barat V itu memahami langkah Menkeu yang menolak membayar utang KCIC dengan uang negara. Namun, ia mengingatkan bahwa pemerintah tetap memiliki kewajiban untuk mengevaluasi tata kelola dan manajemen proyek yang dinilai tidak transparan tersebut.

Terkait rencana perpanjangan jalur Kereta Cepat hingga Surabaya, Adian menyambut baik ide tersebut, tapi menegaskan perlunya perencanaan matang.

“Gagasannya keren. Tapi jangan cuma keren di atas kertas. Eksekusinya juga harus sepadan,” katanya.

Lebih jauh, Adian menyoroti bahwa hampir setiap proyek infrastruktur besar di Indonesia selalu mengalami pembengkakan anggaran tanpa penjelasan yang memadai. Ia memperingatkan bahwa jika akhirnya APBN digunakan untuk menutup utang proyek ini, maka itu berarti pemerintah mengingkari janji awal kepada publik.

“Kalau sampai uang negara dipakai, artinya kita telah mengkhianati janji. Harus ditelusuri siapa yang menandatangani perjanjian, berapa nilai yang pantas, dan apakah kontrak itu dibuat dengan itikad baik,” tegas Adian.

Ia menambahkan, “Kalau terbukti perjanjian dilakukan tanpa niat baik atau harga tidak wajar, maka pemerintah punya hak untuk meninjau ulang bahkan membatalkan kontrak.

Pertanyaannya sekarang, kenapa biaya proyek ini bisa bengkak segila itu?

Pernyataan Adian menambah panas polemik seputar proyek KCIC. Publik kini menanti langkah konkret pemerintah, apakah akan menegakkan transparansi atau kembali membiarkan pemborosan dana raksasa yang membebani rakyat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.