Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kebijakan Fiskal Tidak Akan Aneh-aneh, Sistem Finansial Lebih Bersifat Likuid

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dengan begitu, mesin moneter dan fiskal dapat berjalan dengan optimal secara bersamaan. Bila strategi itu berhasil, kami bakal melanjutkannya sampai terlihat dampak yang signifikan pada sistem keuangan. Kami akan berkoordinasi dengan BI untuk mewujudkan strategi tersebut.

Apakah ada petunjuk khusus untuk Himbara terkait dana 200 triliun rupiah?

Bebas, mereka bisa pakai sesukanya mereka. Guidance tuh gini, kalau mereka bingung nyalurin uangnya ke mana, kita akan ada semacam 'list of project' yang mereka bisa financing.

Himbara dapat menyalurkan dana pemerintah dengan membiayai proyek yang sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Yang kita bilang jangan dipakai beli bond, dan jangan dipakai beli SRB, hanya itu saja. Yang lain, market based, suka-suka mereka.

Penempatan dana pemerintah di Himbara dapat diakses oleh masyarakat dan bisa memberikan stimulus, serta menggerakkan perekonomian.

Kebijakan untuk mengucurkan dana Rp200 triliun kepada bank mitra pemerintah itu akan membuat perbankan menjalankan fungsinya secara profesional. Jadi saya memaksa market mechanism berjalan dengan memberi uang tambahan ke mereka. Jangan santai-santai saja, taruh uang di bank sentral, di obligasi, enggak ngapain-ngapain, enak banget. Sekarang mereka mesti berpikir sesuai dengan fungsi mereka. Fungsi untuk apa perbankan dibuat.

Selama ini masyarakat pesimistis dengan ekonomi kita, bagaimana tanggapan Anda?

Yang tadinya Anda takut-takut, oh Indonesia gelap. Mungkin sebentar lagi Indonesia terang sedikit. Pertamanya semakin ke depan, semakin terang lagi.

Salah satu kebijakan yang kami lakukan adalah menyuntikkan dana sebesar 200 triliun rupiah kepada lima bank himbara untuk memperkuat likuiditas perbankan nasional.

Saat ini perbankan tengah menunjukkan kegelisahan untuk menyalurkan likuiditas ke sistem perekonomian. Kondisi tersebut sudah dirasakan oleh pasar, deposan, hingga para pemilik perusahaan.

Market tahu, para pelaku ekonomi tahu, para deposan sudah mulai merasakan, para pemilik perusahaan sudah merasakan. Pasti ditawarin mau enggak kredit. Itu dirasakan oleh pelaku ekonomi keseluruhan.

Arus penyaluran dana ini, baik secara perlahan maupun cepat, akan masuk ke dalam sistem perekonomian dan mengubah arah sentimen pelaku usaha. Proses tersebut diharapkan mendorong peralihan persepsi dari ketakutan terhadap kondisi ekonomi yang "gelap" menjadi keyakinan bahwa prospek perekonomian ke depan akan lebih terang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
PBB Peringatkan Dampak Luas...
Daerah
Gempa M5,6 Mengguncang Pula...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

Laga Uji Coba: Spanyol Diimbangi Irak 1-1 Jelang Piala Dunia 2026

05 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.